Artikel Terbaru

ARYO DIMAS PAMUNGKAS: Pemuda Asli Bandung yang Kuliah S2 Jurusan Farmasi di Korea University dengan Beasiswa LPDP

"When You Want Something, All the Universe Conspire in Helping You to Achieves It."

Kalimat di atas dituliskan oleh sosok ramah dan inspiratif, Aryo Dimas Pamungkas mengutip kalimat dari Paulo Coelho. Aryo merupakan salah satu generasi muda Indonesia yang berhasil sampai di Korea Selatan untuk menuntut ilmu. Kali ini Aryo ingin membagikan pengalamannya menjadi mahasiswa di Korea Selatan. Simak ceritanya berikut ini.



Who is the awesome guy?

Halo teman-teman. Perkenalkan nama saya Aryo Dimas Pamungkas. Saya berasal dari Cimahi, kota kecil di sebelah barat Bandung, Jawa Barat. Alhamdulillah sekarang saya mendapat kesempatan untuk bisa menempuh jenjang magister Farmasi di Korea University. Baru jalan 1 semester ini, doakan lancar ya!

Kisah perjalanan bisa sampai di Korea Selatan

Dari saat jenjang S1 dahulu, kalau memang ada rejeki, saya memang sudah berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang S2 di luar negeri. Jadi sedari tahun terakhir S1, saya sudah mulai mencari-cari universitas apa yang cocok. Untuk proses apply / admission sendiri, ehm...mungkin saya coba rangkum yak proses-prosesnya.

- Persiapan

Meliputi pencarian informasi mengenai universitas yang diinginkan juga tata cara pendaftarannya. Tahap ini ada baiknya dilakukan dari jauh-jauh hari. Mengapa? Titik kritisnya adalah masalah syarat pendaftaran untuk calon mahasiswa baru, terutama syarat kemampuan bahasa. Info mengenai jenis program yang ditawarkan, juga kapan waktu pendaftaran dibuka merupakan info yang tidak kalah penting. Informasi ini dapat ditemukan dengan mudah di website univeritas yang diinginkan. Jadi kita bisa rencanakan kapan kira-kira lulus sarjana, kapan harus mengambil tes bahasa, menyiapkan segala syarat pendaftaran dan kapan periode admission ditutup.

Untuk program research, ada baiknya kita harus sudah menghubungi calon supervisor (profesor) yang kita ingini, sebelum waktu pendaftaran dibuka. Beberapa profesor harus mengetahui secara detail maksud dan tujuan kita “melamar” ke laboratoriumnya. Minimal kita sudah memiliki research plan sehingga diharapkan kita bisa diskusi dengan beliau via email. Ah, biasanya universitas memberi list e-mail profesor/laboratorium melalui website masing-masing jurusan.

- Applying

Pastikan memenuhi segala persyaratan yang diinginkan oleh universitas. Buat semacam checklist sehingga tidak ada yang terlupa. Bila ada sesuatu yang membingungkan, kita bisa menanyakannya via e-mail ke Admission Team univ tsb. Jangan sungkan untuk bertanya dan memastikan semua persyaratan dimengerti. Perhatikan pula bagaimana tata cara pengiriman dokumen, apakah bisa via-email saja? Ataukah harus via pos? Juga bila harus membayar uang pendaftaran, kita harus memastikan dengan benar bagaimana teknis pembayarannya, karena terkadang kita perlu membuat semacam akun di portal pembayaran univ tersebut.

- The Result

Universitas biasanya akan mengontak kita via e-mail berkenaan tentang dokumen yang kita kirim telah tiba juga hasil akhir apakah kita diterima atau tidak. Dan tiba-tiba e-mail menjadi aplikasi yang selalu dibuka dan membuat jantung dag dig dug bila ada pesan baru masuk hehehe. Alhamdulillah proses pendaftaran saya dahulu hanya melalui seleksi administrasi saja. Beberapa universitas dan fakultas mewajibkan calon mahasiswa untuk menjalankan seleksi wawancara pula.

- Menuju Keberangkatan

Satu hal yang penting. Visa! Perhatikan jenis visa yang harus dimiliki karena tiap negara tentu berbeda-beda pula regulasinya. Untuk Korea Selatan sendiri, diharuskan memiliki visa pelajar D-2 untuk menempuh pendidikan S2 / S3. Segala persyaratan visa dapat di cek melalui kedutaan besar negara bersangkutan, dan cek pula perihal visa ini di universitas yang dituju, terkadang pihak universitas dapat membantu mengurus keperluan visa. Oh ya, dapat di cek pula informnasi mengenai asrama / tempat tinggal yang akan digunakan selama kita studi. Beberapa kampus memiliki fasilitas asrama dimana kita harus daftar terlebih dahulu di periode yang ditentukan.

Hal-hal yang dipelajari dalam Jurusan Farmasi Bidang Metabolomics

Di Korea University ini, saya mengambil jurusan Farmasi dengan bidang Metabolomics. Bidang ini mempelajari tentang bagaimana suatu zat/senyawa dapat mempengaruhi suatu proses biologi di tubuh kita yang mungkin nantinya dapat menyebabkan penyakit. Salah satu fokusnya yaitu penemuan “biomarker” dari sampel biologis manusia dengan menggunakan instrumen analisis, untuk kemudian dapat mengembangkan deteksi dini suatu penyakit. Program magister memiliki jenjang waktu 2 tahun. Walau program research, saya tetap diharuskan untuk mengambil mata kuliah tiap semesternya karena ada batas SKS yang harus dipenuhi untuk lulus. Syarat kelulusan diantaranya harus sudah menempuh sidang komprehensif, seminar, juga sidang “defense” tesis.

Untuk ujian, sebenernya itu bergantung pada dosen yang mengajar. Ada yang menggunakan basic format yaitu ujian tertulis (tapi jarang sih), ada pula dosen yang lebih prefer memberi semacam tugas ke mahasiswa sebagai pengganti UTS / UAS. Saya sendiri semester 1 pertama ini tidak ada ujian tertulis sama sekali hanya berupa tugas presentasi hehehe dan menggunakan bahasa inggris.

Plus, untuk mahasiswa asing, harus memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Korea untuk lulus :D. Sistem belajarnya saya kira hampir sama seperti di Indonesia seperti tugas mandiri, tugas berkelompok, tugas presentasi, dan tak lupa, UTS dan UAS. Namun terkadang ada dosen yang lebih memilih memberi tugas akhir semester daripada memberi UTS/UAS. Selama kuliah berlangsung, selalu ada “10 minutes break” dimana kita bisa istirahat sejenak dan mungkin pergi ke mart terdekat untuk membeli kopi atau lainnya. Oh ya, semester kemarin ada Profesor yang unik :D karena kuliah beliau memotong jam makan siang, jadi setiap sehabis kuliah, beliau selalu memesan delivery Pizza untuk murid-muridnya. Alhamdulillah ya makan gratis hihihihi ^^

Why South Korea? Why Korea University?

Terdapat 3 Universitas terbaik di Korea yang kebetulan kampus utamanya terletak di Seoul, dikenal dengan singkatan “SKY” dan Korea University adalah salah satunya :D Berdiri sejak 1905, Korea University menjadi tonggak lahirnya sistem edukasi modern di Korea. Universitas ini terbilang aktif dalam publikasi internasional dimana karenanya, KU menjadi univ dengan sitasi terbanyak keempat di jurnal akademik internasional di bidang natural sciences.

Ada event unik yang diselenggarakan tiap tahunnya, yaitu Korea-Yonsei Games atau dikenal dengan sebutan “Ko-Yon-Jeon” dimana digelar pertandingan olahraga antara dua kampus yang rivalitasnya sudah terkenal seantero negeri. Diselenggarakan tiap musim gugur, acara ini wajib ditonton mengingat euforia massa yang sangat luar biasa!

Beasiswa LPDP

Saya mendapat Beasiswa Pendidikan Indonesia program magister dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Beasiswa ini merupakan beasiswa penuh yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia. Adapun jenis beasiswa LPDP meliputi beasiswa program magister/doktoral di perguruan tinggi tujuan LPDP dan juga beasiswa pendidikan dokter spesialis. Program lainnya yaitu beasiswa afirmasi dan beasiswa tesis dan disertasi. LPDP membuka pendaftaran tiap tahunnya dengan 4 periode, dan hingga saat ini sudah menyerap ribuan awardee. Proses seleksi yang dijalani meliputi seleksi administrasi, seleksi wawancara, Leaderless Group Discussion (LGD) juga On the spot essay writing. Untuk mengetahui persyaratan dan juga info lainnya, cek saja langsung di website LPDP yak :D http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/ 




Tentang teman-teman di Korea Selatan

Teman-teman Korea di sini sangat baik. Mereka sangat membantu saya terutama saat masa-masa awal kedatangan. Karena diharuskan mengurus kartu registrasi untuk warga negara asing, juga segala administrasi mahasiswa baru dan kebanyakan petugasnya tidak memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik, teman-teman Korea sangat membantu saya melewati semuanya. Teman-teman sangat ramah dan terbuka kepada saya. Awal-awal merasa sulit sih, apalagi karena saya seorang Muslim dan tentunya ada beberapa ketentuan yang harus saya lakukan/ tidak lakukan. Tetapi, setelah dikomunikasikan dengan baik, mereka mengerti dan bahkan sudah beradaptasi dengan saya :D

Ini yang dilakuin Mas Aryo di awal-awal kedatangannya di Korea Selatan

Wah, banyak banget! Hahaha maklum karena akan “hidup” selama 2 tahun (aamiin!) di negara lain, juga beradaptasi dengan lingkungan yang totally new pastilah membuat 1 bulan pertama di Korea itu riweuh (baca: repot). Dimulai dari mengurus dokumen kedatangan di kampus, juga harus membuat Alien Registration Card (ARC) / ‘KTP’ untuk warga asing, tak lupa mengurus nomor handphone baru yang akan digunakan. Tips-nya hanya satu: belajar bahasa Korea sebelum kita berangkat! Hahaha

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, di Korea, tidak banyak yang bisa berbahasa Inggris, bahkan terkadang petugas Imigrasi juga  Sebelum berangkat, saya sempat menjalani les bahasa korea selama kurang lebih 3 bulan dan itu berguna sekali! Setidaknya untuk belajar ungkapan dan obrolan sederhana juga kemampuan untuk membaca. Dan seperti yang kalian ketahui juga bahwa Korea menggunakan hurufnya sendiri (Hangeul) jadi setidaknya minimal kita harus sudah bisa membacanya. Kalau belum bisa? Waduh, mungkin nanti belum apa-apa sudah stress sendiri hihihi. Untuk itu, segeralah berteman dengan teman Korea ketika kita datang, atau bisa juga mengontak teman atau sesama warga Indonesia yang sedang berada di Korea. Bantuan dari mereka sangat dibutuhkan. Tips lainnya mungkin ada baiknya mengumpulkan info tentang bagaimana hidup di Korea, bagaimana lingkungan di universitas tujuan, ada apa saja di kota tempat kita tinggal, dsb. Terkadang asyik untuk membaca pengalaman dari blog seseorang :D

Fasilitas kampus di Korea Selatan bikin bahagia

Salah satu alasan mengapa saya memilih Korea jadi tujuan studi saya yaitu karena fasilitas pendukung seperti instrumen di Lab yang canggih. Instrumennya sudah menggunakan “cutting-edge tech”banget deh. Fasilitas kampus di sini juga baik, ada perpustakaan yang ruang bacanya buka 24 jam, berbagai kantin dan mart dapat ditemukan di dalam kampus (bahkan ada English Cafe dimana di sana wajib berbahasa Inggris), ada pula International Hall yang membuka kelas bahasa. Wifi juga selalu tersedia di gedung perkuliahan. Bicara tentang wifi, kecepatan koneksi internet di sini yang paling hebat sedunia lho!

Penggunaan bahasa Korea dalam kegiatan belajar mengajar

Tidak semua mata kuliah di sini penyampaiannya menggunakan bahasa Inggris. Tetapi, ada pula kuliah yang menggunakan bahasa korea, tetapi setelah dosen mengetahui ada mahasiswa asing yang mengikuti kelas tersebut, beliau segera menyampaikan kuliah dengan bilingual.

Sesungguhnya kemampuan dasar untuk bisa mengikuti kuliah di luar negeri yaitu kemampuan bahasa. Berlatih menggunakannya, dilanjutkan berlatih, dan terus berlatih adalah kuncinya. Dewasa ini, kita tidak melulu belajar bahasa dari les ataupun buku. Sebagai penggemar musik dan film, saya merasakan bahwa belajar bahasa dari dua hal tersebut sangat aplikatif, terutama untuk berlatih mendengar karena tidak hanya mulut saya yang aktif untuk berlatih menggunakan bahasa asing, namun telinga pun harus beradaptasi untuk mendengarnya. Memiliki teman dari negara lain juga bisa dijadikan “sarana” untuk berlatih :D



Ini nih pengalaman paling menarik dari Mas Aryo

Pengalaman yang palng tidak bisa dilupakan yaitu melihat pergantian musim. Seperti yang kita semua ketahui, tidak seperti negeri kita tercinta, Korea memiliki empat macam musim. Ketika saya datang akhir Agustus 2015, cuaca masih dirasa panas hareudang lalu kemudian temperatur mulai drop di pertengahan September dan melihat pohon-pohon berguguran hingga hanya tersisa batang dan ranting saja. Puncaknya di Desember, memasuki musim dingin dan...setelah sebelumnya hanya bisa melihatnya dari film-film, saya melihat SALJU untuk pertama kali! Sungguh seperti sulap dan keajaiban melihat benda putih itu turun dari langit dan lingkungan sekitar serentak jadi bernuansa putih. Sungguh indah sekali :D, namun temperaturnya sangat tidak indah.

Pengalaman bersepeda di Korea juga sungguh tidak bisa dilupakan. Sungai-sungai di Korea sangat dijaga kebersihannya. Kita bisa menikmati keindahan dan keasrian sungai dengan cara bersepeda. Biasanya terdapat jalur sepeda di sepanjang sungai. Menjelajah sungai Han di jantung kota Seoul ataupun sekedar menjelajah “kali” di dekat kampus cukup membuat Minggu sore menjadi lebih bermakna.

Motivasi buat kamu semuanya dari Mas Aryo

Keunggulan yang paling utama adalah membuka wawasan kita. Kita menjadi sadar bahwa masih banyak ilmu yang bisa kita pelajari di dunia yang luas ini. Tiap orang yang berasal dari berbagai negara tentu memiliki wawasan yang berbeda dan mereka memiliki ilmu dan pandangan akan suatu hal yang dapat melengkapi pengetahuan kita. Selain itu, kuliah di luar negeri akan menambah international networking kita yang tentunya dapat sangat berguna di masa depan, misalnya dalam hal pekerjaan.

Going abroad juga menjadikan kita sebagai duta Indonesia dan kita berkesempatan untuk mempromosikan negeri kita tercinta. Kita pun dapat mengetahui berbagai pandangan teman-teman dari negara lain tentang Indonesia.


Tips buat teman-teman Indonesia

Untuk teman-teman yang berminat kuliah di Negeri Ginseng ini, ayo dipersiapkan! Tumbuhkan semangat unuk pergi ke negara ini melalui Kpop dan drama Korea (bagi yang suka :D). Namun saya ingatkan, hidup di sini tidak seindah di drama korea kok! Hidupnya normal-normal saja seperti roda berjalan, terkadang berada di atas dimana suasana sangat indah, menikmati hiruk pikuknya Seoul dan teriknya matahari di pantai Busan, dan terkadang berada di bawah dimana sedikit stres karena Profesor meminta segera menyelesaikan paper untuk suatu jurnal hehehehe. Tips-nya hanya satu, kenali terlebih dahulu budaya dan bahasanya dan selalu semangat mengejar impian! Karena kalau kata Paulo Coelho:


when you want something, all the universe conspires in helping you to achieves it.

Reporter: Adelina Mayang 

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top