Artikel Terbaru

Cerita Singkat Annisa Anindita Zein Kuliah di Tokyo Institute of Technology

Salah satu negara yang bisa dibilang populer dan memang menjadi favorit dari cukup banyak pelajar dan mahasiswa dari Indonesia untuk melanjutkan studi atau sekedar mengikuti program-program pertukaran adalah Jepang. Budaya Jepang yang terkenal disiplin lalu juga sistem pendidikan dan standar kompetensi yang sudah teruji mampu menghasilkan banyak ilmuwan dan penemuan dalam berbagai bidang khususnya teknologi merupakan beberapa alasan yang menjadikan Jepang sebagai satu pilihan populer dan favorit untuk kuliah ke luar negeri khususnya bagi pelajar dan mahasiswa dari Indonesia. Sudah tentu hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang wajar ditemukan di negara maju seperti Jepang dimana hingga saat ini tentu sudah ada banyak mahasiswa dan pelajar dari Indonesia yang merasakan pengalaman belajar disana.

Annisa Anindita Zein adalah satu dari sekian banyak mahasiswa dari Indonesia yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di Jepang. Annisa menempuh studi jenjang S2 di Tokyo Institute of Technology pada jurusan Social Engineering. Satu alasan yang membuatnya memutuskan untuk kuliah di Jepang adalah ingatan dan kenangan yang luar biasa akan masa-masa pertukaran ke Jepang yang ia ikuti sebelumnya. Setelah lulus kuliah jenjang S1, Annisa mengikuti program pertukaran yang bernama Kanazawa University Student Exchange Program atau KUSEP. Segera setelah kembali dari Jepang untuk mengikuti program tersebut, ia memutuskan untuk segera melanjutkan studi pada jenjang S2 di Jepang. Suasana Jepang yang sangat nyaman untuk studi adalah satu alasan yang membuatnya tidak bisa melupakan dan meninggalkan Jepang.



Terlepas dari pemilihan negara yang biasanya ribet namun Annisa melakukannya dengan mudah dan langsung memilih Jepang, pada dasarnya hidup di negara lain itu pasti sulit. Tahun pertama benar-benar tidak mudah karena adanya ketidaksesuaian antara program kuliah yang ditawarkan sebelumnya dengan kenyataan ketika sudah mulai menempuh studi adalah satu faktor utama penyebab sulitnya masa awal kuliah di Jepang. Selain iu masih ditambah belum sepenuhnya menguasai bahasa Jepang hingga masa awal perkuliahan disana sangat sulit. Meskipun statusnya sebagai mahasiswa asing, penguasaan bahasa Jepang itu wajib karena memang diperlukan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar. Satu lagi hal yang cukup mengganggu adalah perbedaan budaya yaitu di Tokyo semua orang cenderung sangat cepat dalam melakukan berbagai kegiatan. Kebiasaan untuk cenderung santai dan pelan-pelan di Indonesia sangat tidak bisa diteruskan disana.

Terlepas dari sulitnya masa awal kuliah di Jepang, dengan kemauan yang keras dan semangat yang tinggi semua bisa terlewati. Hal ini juga dipengaruhi oleh sistem perkuliahan di Jepang yang memang berbeda dibanding dengan Indonesia. Karena memang studi yang diambil Annisa adalah S2 yang berbasis pada penelitian atau riset, hal ini membuatnya lebih bersemangat dalam menghadapi masa studi disana. Teori di kelas justru merupakan pilihan karena memang lebih diutamakan untuk penelitian dan riset. Di Jepang setiap tahun mahasiswa harus melakukan penelitian jika memang studinya lebih berkonsentrasi pada riset. Dalam hal perkuliahan itu sendiri ketika satu kelas terdiri dari banyak mahasiswa Jepang maka suasananya akan lebih pasif namun jika banyak dari mahasiswa di kelas yang berasal dari Eropa maka kelas akan lebih aktif dengan diskusi dan banyak pertanyaan.

Selain kegiatan utama sebagai mahasiswa yaitu menjalani kuliah dan melakukan riset atau penelitian, ada juga kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lain yang bisa diikuti. Seperti juga di Indonesia dimana ada BEM, LEM, dan UKM, ketika di Jepang ternyata juga kegiatan-kegiatan demikian. Berbagai kegiatan tersebut biasanya didasarkan pada minat-minat tertentu seperti musik, olahraga, dan bahkan robot. Hal ini sangat menyenangkan diikuti sebagai mahasiswa asing karena bisa mencari teman baru sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan juga akan bisa mempelajari hal-hal baru yang bisa jadi nanti bisa dikembangkan lagi setelah kuliah entah sebagai hobi atau mungkin sebagai usaha tambahan.



Satu hal yang bisa sangat membantu ketika sedang menempuh studi di luar negeri adalah adanya komunitas mahasiswa atau pelajar Indonesia yang secara umum tergabung dalam Persatuan Pelakar Indonesia atau PPI. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang diadakan oleh PPI secara resmi atau bahkan sekedar berkumpul di waktu luang bersama teman-teman dari PPI guna mengobati rasa kangen akan Indonesia. Pada saat kuliah di Jepang Annisa bergabung dengan teman-teman dari Indonesia di PPI Tokodai. Selain itu ia juga bergabung dengan Forum Silaturahmi Muslimah atau FUHIMA. Jadi ketika kuliah di luar negeri jangan hanya menghabiskan waktu di kampus atau di tempat tinggal saja. Bergaul itu sangat perlu apalagi dengan teman-teman dari  Indonesia juga.

Nah satu lagi dari cerita singkat Annisa ini yang sangat menarik dan penting diketahui adalah mengenai makanan khususnya yang halal. Jepang memang bukan negara dengan mayoritas penduduk muslim. Jepang juga bukan negara Islam namun ternyata bahkan sudah ada cukup banyak restoran yang memiliki sertifikasi halal. Hal ini berawal dari fakta bahwa penduduk asli Jepang sangat menghargai agama lain yang ada di Jepang bahkan jika itu pendatang sekalipun. Ketika mencari makanan halal, ada makanan-makanan yang memang tidak mempunyai logo halal namun dari keterangan produknya tidak mengandung bahan yang haram. Selain itu ada juga yang sudah sangat jelas menampilkan logo halal. Salah satu tempat yang layak dikunjungi untuk mencari makanan halal di Jepang adalah Manhattan Fish Market yang meskipun belum lama beroperasi namun sudah dinyatakan halal.

Sedikit cerita pengalaman Annisa tersebut tentu bisa menjadikan gambaran akan suasana kuliah di Jepang. Memang akan selalu ada kesulitan yang sudah tentu juga selalu bisa dihadapi jika memang niatnya sudah kuat. Jadi, buat kamu yang saat ini masih menyimpan rapat-rapat keinginan untuk kuliah ke luar negeri hanya karena takut ini itu dan yang lainnya, kenapa harus takut? Sudah banyak yang membuktikan bahwa kuliah ke luar negeri itu mudah, baik itu untuk mendapatkan kesempatannya ataupun bertahan dan menyelesaikannya.



Rahasia Mahasiswa Indonesia Kuliah ke Luar Negeri Ada DISINI

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top