Artikel Terbaru

Rahasia Melewati Masa Transisi dan Adaptasi Kuliah di Australia

Kuliah di luar negeri memang adalah satu hal yang diinginkan banyak pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara umumnya dan dari Indonesia khususnya. Kuliah di luar negeri berarti harus tinggal juga di negara dimana universitas, perguruan tinggi, atau institusi pendidikan yang dipilih berada. Salah satu pilihan yang menjadi favorit dari mahasiswa Indonesia adalah Australia. Lokasi dari Australia yang dekat dengan Indonesia adalah salah satu faktor yang membuat banyak mahasiswa dan pelajar dari Indonesia memutuskan untuk melanjutkan studi disana. Apakah kamu juga termasuk salah satu mahasiswa dan pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Australia?


Ketika harus pindah dari satu lokasi ke lokasi lain sudah tentu akan ada perbedaan-perbedaan dalam berbagai hal. Dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa asing yang menempuh studi di Australia tentu akan ada perbedaan bahasa, budaya, bahkan tuntutan akademis dalam lingkup pendidikannya disana. Hal-hal seperti ini jika tidak disikapi dengan baik justru akan bisa sangat merugikan diri sendiri. Akan tetapi karena keinginan yang sudah sangat kuat, hal-hal seperti itu tidak menyurutkan semangat pelajar dan mahasiswa dari Indonesia untuk melanjutkan studi di Australia. Tercatat pada tahun 2015 lalu ada sejumlah 17,000 mahasiswa Indonesia yang tinggal dan kuliah di Australia dalam berbagai jenjang pendidikan dan jurusan atau bidang studi.
Nah, jika kamu benar-benar ingin melanjutkan studi di Australia tahun ini, tahun depan, atau tahun depannya lagi, pastikan kamu memahami dulu hal-hal penting berikut ini yang dijamin akan membuatmu bisa selamat dan bertahan dari masa-masa penyesuaian diri di semester awal perkuliahan di Australia. Simak baik-baik ya.

Minta Bantuan
Sebagai mahasiswa asing pastinya kamu akan membutuhkan banyak bantuan dati siapapun yang ada disekitar agar kamu bisa menyesuaikan diri dan belajar mengikuti kehidupan di Australia. Lokasi baru, bahasa baru, budaya baru, dan berbagai hal akademis misal cara melakukan penelitian atau cara menulis esai merupakan hal-hal yang akan sangat dekat dengan proses adaptasi di Australia ketika kamu baru memulai menjalani studi disana. Jika kamu sudah mulai menjalani kuliah di Australia berarti kamu sudah lolos tes TOEFL sesuai syarat yang dibutuhkan tetapi hal itu tidak serta merta menjamin kamu akan langsung lancar berkomunikasi di kampus dan juga di berbagai lokasi selain kampus. Aksen bahasa Inggris di Australia yang sedikit berbeda karena memang dipengaruhi oleh British English pada mulanya akan menyulitkan komunikasi. Nah hal ini hanya membutuhkan latihan dan kebiasaan jadi kamu harus aktif mengajak berbicara mahasiswa lokal australia dan juga penduduk disana. Tanyakanlah berbagai hal mengenai Australia atau kampus itu sendiri untuk bahan pembicaraan sekaligus melatih kemampuanmu berkomunikasi di Australia.

Dalam hal akademis khususnya menulis esai kamu harus benar-benar mencari informasi terlebih dahulu sejelas-jelasnya. Universitas di Australia sangat ketat dan tegas dalam hal plagiarism dimana kutipan dari apapun dan siapapun harus dituliskan semestinya dan ada sumbernya. Jika tidak kamu akan langsung dicap melakukan plagiarism dan akan ada sangsi yang diberikan padamu. Jadi hati-hatilah dalam mengerjakan tugas apapun itu jika melibatkan laporan atau esai. Pihak universitas menyediakan banyak bantuan dalam hal ini mulai dari bimbingan dengan para dosen hingga file tertulis yang bisa diunduh oleh mahasiswa.


Universitas-universitas yang menerima mahasiswa internasional di Australia sudah tentu merupakan kampus yang besar. Hal ini sangat memungkinkan seorang mahasiswa untuk tersesat dan salah jalan. Hal ini bisa sangat merugikan jika sudah sangat terburu-buru untuk mengikuti kelas kuliah. Kamu tidak perlu khawatir karena selain bertanya kepada mahasiswa-mahasiswa lain atau juga penjaga dan karyawan kampus beberapa universitas menyediakan aplikasi untuk ponsel semacam GPS yang akan memandumu menuju lokasi tertentu di area kampus. Menarik bukan?

Adaptasi
Memang terdengar klise namun pada faktanya yang harus kamu lakukan untuk bertahan dari semester awal perkuliahan di Australia hanyalah untuk adaptasi semaksimal mungkin. Akan tetapi sudah pasti adaptasi yang dimaksud itu sendiri lingkupnya sangat luas. Dalam bahasa Inggris ada trik yang bernama 3A (Three As) yang bisa kamu lakukan untuk adaptasi dengan lancar di Australia. Trik itu terdiri dari Adapt (beradaptasi), Adjust (menyesuaikan diri), dan Adopt (mengadopsi). Dalam masa adaptasi dan transisi ini biasanya pihak universitas akan menyediakan semacam Guru BK ketika SMA atau Pmbimbing Akademik ketika kuliah di Indonesia yang khusus menangani masalah adaptasi. Salah satu pembimbing atau mentor ini adalah Anthony Siew yang sudah membantu banyak mahasiswa internasional untuk bisa bertahan dan menyelesaikan studi mereka di Australia. Hal ini benar-benar menunjukkan bahwa pihak universitas di Australia sangat mengedepankan pendidikan karena bahkan untuk mahasiswa asing sampai disediakan mentor guna memastikan mereka bertahan dan bisa menyelesaikan studi mereka. Nggak perlu khawatir lagi kan sekarang?

Membaur
Sudah jelas bahwa dalam bergaul kita harus membaur dengan orang-orang dilokasi kita berada. Hal ini juga yang sangat disarankan bagi mahasiswa asing untuk bisa bertahan dan melewati masa transisi dan adaptasi di awal perkuliahan. Pada mulanya tentu akan terasa sulit karena adanya banyak kendala seperti bahasa dan tentu topik pembicaraan. Namun lama kelamaan setelah usaha yang konsisten maka proses membaur dengan orang-orang sekitar tidak akan terasa sulit lagi. Bahkan bisa jadi lama kelamaan kamu akan terlihat sudah menjadi bagian dari mereka. Satu hal yang bisa dilakukan untuk lebih memaksimalkan proses membaur ini adalah dengan tinggal di semacam homestay dengan mahasiswa lokal australia. Jika ada asrama kampus dimana ada juga mahasiswa-mahasiswa Australia disana maka lebih baik tinggal disana. Selain biaya akan lebih murah sudah jelas kamu akan mempunyai lebih banyak kesempatan untuk bergaul dan membaur.

Selain tinggal bersama dengan mahasiswa lokal Australia kamu juga bisa selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan baik itu di lingkup kampus, asrama, tempat tinggal, ataupun umum di berbagai lokasi sekitar kampus. Kegiatan seperti masa orientasi, perkumpulan mahasiswa, hingga menjadi relawan berbagai kelompok di luar kampus bisa kamu jadikan pilihan dalam hal ini. Namun pastikan kamu bisa membagi waktu dengan baik agar tidak lalu membuat perkuliahanmu tersendat karena kelelahan. Lakukan segala hal yang dibutuhkan untuk bergaul, membaru, dan mencari teman selama semester pertama secara maksimal maka kamu akan bisa bertahan dan menjalani semester-semester selanjutnya dengan lebih mudah. Satu hal yang pasti hilangkan rasa malu untuk bergaul atau itu akan merugikan dirimu sendiri.


Cari Hal-Hal Baru
Banyak mahasiswa asing yang cenderung hanya berdiam diri saja selepas kuliah dan bahkan di hari-hari libur. Jika kamu ingin bertahan di masa adaptasi serta transisi untuk kuliah di Australia maka kamu tidak boleh seperti itu. Kamu harus keluar rumah atau tempat tinggal dan mencari hal-hal baru disana. Hal-hal baru disini bisa berupa banyak hal mulai dari sosialisasi dengan penduduk setempat, pergi ke tempat-tempat wisata, mencoba menu-menu lokal Australia, dan masih banyak lagi. Intinya adalah dengan kamu mencari den mengenal hal-hal baru disana maka kamu perlahan-lahan akan bisa menemukan kenyamanan dan kebiasaan akan hal-hal tersebut sehingga tidak ada lagi perasaan sebagai orang asing atau pendatang. Kamu bisa mulai dari lokasi-lokasi sekitar kampus atau sekitar tempat tinggal sembari mencari informasi berbagai hal yang menarik untuk dilakukan dan dicoba.

Hanya ada 4 hal itu tadi yang akan menjadi kunci untuk bisa melewati masa adaptasi dan transisi sebagai mahasiswa asing dari Indonesia yang menempuh studi di Australia. Jadi, apakah kamu sudah siap untuk kuliah di Australia?



Baca Ini Kamu Pasti Kuliah ke Luar Negeri!

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top