MAHARDIKA NEHRU PERWIRANEGARA: Anak SMK yang Berhasil Terbang ke Tiongkok untuk Berkuliah di Jiangsu Instute of Commerce

Mahardika Nehru P er wiranegara, pemuda dengan pemikiran-pemikiran hebat dan cita-cita yang besar. Dibalik sosoknya yang ramah dan humoris,...

Mahardika Nehru Perwiranegara, pemuda dengan pemikiran-pemikiran hebat dan cita-cita yang besar. Dibalik sosoknya yang ramah dan humoris, Mahardika memiliki sebuah rencana besar di masa depannya. Selain ingin terlibat dalam pemerintahan, di masa depan Mahardika juga ingin merangkul semua adik-adik SMK untuk bisa mengikuti jejaknya sebagai anak SMK yang terbang merantau ke Tiongkok. Tak hanya fokus kuliah, Mahardika juga menjadi seorang pelajar yang aktif bersosialisasi dan sibuk mengikuti berbagai macam organisasi. Ingin tahu kisah selengkapnya dari mahasiswa hebat yang satu ini? Simak pengalaman Mahardika yang ia bagikan kepada tim berkuliah.com berikut ini.


Kenalan Dulu...

Halo, terima kasih ya atas kesempatannya dari berkuliah.com. Senang sekali bisa berbagi cerita. Perkenalkan namaku Mahardika Nehru Perwiranegara. Aku lahir di Surabaya tapi sudah lama tinggal di Sidoarjo. Sekarang aku sedang kuliah di Jiangsu Institute of Commerce mengambil major e-commerce, saat ini aku masuk semester 4 jadi mulai berkuliah sejak tahun 2014. Selain kuliah di sini aku juga aktif di organisasi khususnya Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok atau PPIT. Sedari kecil aku sudah bercita-cita untuk menjadi menteri. Hanya saja waktu itu belum tahu spesifiknya menteri apa karena masih kecil. Intinya aku ingin memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia apapun itu bentuknya yang bisa dirasakan oleh rakyat banyak.

Kalau sekarang mau jadi menteri apa?

Hahaha…kalau sekarang mungkin aku ingin jadi menteri pemuda dan olahraga. Karena pemuda merupakan aset terbesar bangsa dan yang menentukan masa depan bangsa. Dan menurutku seharusnya pemuda lebih diberi kesempatan agar selagi antusias dan semangat pemudanya masih menyala, dia sudah punya pengalaman yang berlimpah. Aku selalu ingin terlibat di pemerintahan karena menurutku bukan politiknya yang buruk tetapi yang menjalankan politik ini yang berpenyakit sehingga terlihat buruk. Harusnya pemuda tidak apatis dan melek politik.

Tentang Jurusan E-Commerce

Oke, jadi jurusan e-commerce ini mungkin belum populer bahkan sepertinya belum ada kampus yang membuka jurusan e-commerce karena jurusan ini merupakan bidang yang masih dirintis. E-commerce merupakan jurusan yang mempelajari bisnis di bidang teknologi, kebanyakan orang mungkin berpikir e-commerce ini kaitannya dengan online shop dan jual beli via internet. Namun sebenarnya itu adalah start up dari e-commerce. E-commerce sendiri meliputi pengembangan teknologi-teknologi seperti QR Code, sensor kartu pintar (seperti e-KTP), RFID, dll. Jadi semua bisnis yang berkaitan dan berbasis teknologi bisa dikatakan sebagai e-commerce termasuk juga gojek dan uber.

Kenapa Jurusan E-Commerce?

Karena aku melihat potensi jurusan ini terbuka lebar. Apalagi melihat Indonesia yang masih kurang sekali dalam bidang ini. Kita sekarang di zaman semua orang sudah terhubung melalui internet dan semua informasi juga tersedia di sana. Maka kita harus menguasai teknologi agar bisa mengikuti perkembangan zaman terutama bisa menjadi pemain utama di masa depan dan bisnis sendiri merupakan sarana bagi kita untuk menjadi insan yang berdikari dan memberikan manfaat kepada sekitar dengan menyediakan kesempatan bekerja.

Suasana Belajar dan Sistem Perkuliahan

Suasana belajar di sini secara umum baik, hanya saja ada perbedaan mencolok antara mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional. Sistem perkuliahan mahasiswa internasional umumnya sesi pertama diberi pembelajaran seputar materi lalu sesi selanjutnya berupa tugas yang langsung dikumpulkan saat itu juga. Kebetulan program kuliahku ini program mandarin jadi di kelas sehari-hari menggunakan bahasa mandarin termasuk textbook. Sedangkan untuk mahasiswa lokal mereka banyak riset dan praktek lapangan, kita tidak terlalu banyak bahkan untuk beberapa jurusan tidak ada. Jadi mahasiswa internasional tidak perlu ikut beberapa kegiatan, singkatnya semacam dibebastugaskan begitu. Kita juga kadang agak kewalahan mengikuti pelajaran karena sistem ini.




Menurut aku sih ilmu tidak hanya bersumber dari kelas tapi bisa juga datang darimana saja. Tidak hanya dari apa yang dosen katakan jadi aku merasa nyaman saja selama selalu ada sumber pembelajaran baru yang bisa aku dapatkan. Yang aku maksud belajar ini tidak melulu dari textbook dan sifat akademik. Belajar bisa dari orang lain, dengan mendengar passion mereka misalnya seorang teman suka basket kemudian dia bercerita tentang basket kita jadi tahu basket itu apa. Belajar juga bisa dari tukang bersih-bersih kampus dengan mendengar perjuangannya bekerja keras menghidupi keluarga, kita jadi tahu makna bersyukur. Dari kebiasaan masyarakat Tiongkok yang tekun, kita bisa meneladani untuk tetap konsisten mengerjakan sesuatu. Dari internet juga kita bisa mendapatkan kabar-kabar terbaru untuk mengetahui perkembangan terkini. Jadi belajar itu macam-macam tidak hanya melulu akademis justru yang lebih penting menurutku kita perlu belajar tentang kehidupan.

Cara Belajar Pribadi

Untuk akademis sendiri, karena di kelas mungkin ada keterbatasan bahasa, aku lebih suka belajar di kamar dan cari bahan di internet sambil ditemani teman-teman sekamar. Intinya mencari lingkungan sekondusif mungkin.

Akomodasi

Iya, di Tiongkok semua sistem asrama kecuali mereka yang ingin tinggal di apartemen dan punya biaya berlebih. Di sini aku sekamar bertiga dengan teman-teman dari Indonesia. Tidak ada dukanya sih, suka semua. Sukanya kita bisa saling membantu, seru-seruan, saling mendukung satu sama lain, bertukar pengalaman, dan yang terpenting merasa punya keluarga kedua. 






Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok [PPIT]

Aku tergabung di PPI Tiongkok pusat di departemen akademis dan PPI Tiongkok cabang Nanjing sebagai bendahara. Di pusat aku fokus mengadakan kegiatan-kegiatan yang bisa memaksimalkan potensi mahasiswa. Seperti kemarin mengadakan festival film Tiongkok yang diikuti peserta dari luar Tiongkok termasuk New Zealand, Tunisia, dan Taiwan. Festival film kita kemarin bertema semangat nasionalisme di tanah rantau. Gunanaya untuk menjaga rasa cinta mahasiswa-mahasiswa yang berada di perantauan terhadap tanah airnya. Yang diharapkan di film itu mereka bisa mengekspresikan rasa nasionalisme mereka di tempat masing-masing meskipun dengan berbeda situasi dan kondisi. Selanjutnya kita akan mengadakan penulisan artikel yang menceritakan kota-kota mahasiswa masing-masing, sebagai informasi kita ada 23 cabang PPIT yang mewakili 23 kota.

Tentang Tiongkok

Tiongkok ini negara besar yang baik pemerintahan dan rakyatnya semua percaya akan kemampuan negaranya untuk menjadi bangsa yang berdikari dan kuat. Maka hal itu diwujudkan dengan etos kerja masyarakatnya yang amat tinggi, profesionalisme, dan konsistensi dalam diri setiap individu. Aku ambil contoh, aku kan tergabung dalam tim sepakbola sekolah saat tahun pertama dulu. Bahkan untuk level tim kampus, mereka punya seorang mahasiswa yang khusus bertugas menjadi medis dan penganalisis permainan, dan mereka lakukan itu dengan fokus juga konsisten. Prinsip mereka adalah jika menjadi tukang sapu jalanan maka jadilan tukang sapu yang terbaik yang pernah dijumpai orang daripada menjadi manajer yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Untuk pendidikan sendiri, major yang bagus untuk diambil di sini adalah yang berhubungan dengan medis, bisnis, lalu teknologi informasi. Maka dari itu mayoritas mahasiswa asing yang berkuliah di sini semua tidak terlepas dari tiga hal itu. Untuk kondisi alam, Tiongkok sedang gencar-gencarnya membangun dan terus meningkatkan kapabilitas perekonomian, tapi di sisi lain hal ini membuat polusi udara di Tiongkok terutama kota-kota besar, amat tinggi bahkan tertinggi di dunia untuk kota Beijing. Meskipun begitu bukan berarti pemerintah Tiongkok membiarkan hal ini. Tiongkok merupakan negara yang menerapkan efisiensi lahan. Maka dari itu perumahan selalu dibuat bertingkat-tingkat seperti rusun, tidak seperti di Indonesia, sehingga masih banyak lahan untuk ruang terbuka hijau guna meminimalisir polusi. Seperti di kota Nanjing, lebih dari 40% merupakan lahan terbuka hijau dan juga untuk meminimalisir polusi, mayoritas kendaraan masyarakat di sini menggunakan tenaga listrik bahkan termasuk transportasi umum seperti bus dan taxi.
Untuk masyarakatnya sendiri meskipun dikenal professional dan memiliki etos kerja yang tinggi namun toleransi sosial mereka bisa dikatakan rendah. Karena apabila sesuatu bukan urusan mereka, mereka tidak akan memperdulikan. Pernah ada suatu tayangan yang menunjukkan pemuda yang melakukan eksperimen sosial dengan berpura-pura menculik adiknya sendiri. Meskipun si adik telah berteriak minta tolong karena diculik, tak ada satupun orang yang berusaha untuk menolong. Namun ini semua juga disebabkan ketakutan masyarakat akan perbuatan nekat penjahat-penjahat yang tidak segan melukai korbannya. Untungnya secara kesuluran, tingkat kriminalitas di Tiongkok masih jauh lebih rendah daripada Indonesia. 




Traveling
Tiongkok banyak sekali objek wisata. Aku biasanya keluar kota untuk urusan keorganisasian, hahaha. Selama ini yang pernah aku kunjungi kota Shanghai, Ningbo, Hongkong, dan Shenzhen. Di Shanghai ada Shanghai bund, icon kota Shanghai yang ada Shanghai Tower-nya itu. Kalau di Hongkong ya di Victoria Peak, puncak tertinggi di Hongkong yang bisa mengamati seluruh Hongkong. Tapi kalau overall Tiongkok sendiri menurutku yang paling bagus adalah Huangshan atau secara harfiah artinya gunung kuning. Keren tempatnya berbeda dengan gunung-gunung lainnya. Gunung ini yang biasa dipakai shooting film-film Tiongkok yang seolah-olah berada di atas awan. Itu juga yang ingin aku kunjungi sebelum lulus.

Tempat Belanja


Oh kalau belanja, paling nyaman di sini via online lewat website taobao.com. Di website ini hampir semua ada dan tidak ada yang namanya penipuan, sangat aman, cepat, dan terjamin. Pokoknya di website itu juga menyediakan barang-barang bekas langsung dari orangnya seperti selimut, sepatu, buku, dll. Kalau untuk belanja fisik langsung di setiap kota punya tempat berbeda tapi secara general di seluruh Tiongkok ada satu kota yang merupakan pusat grosir dan harga barangnya jauh di bawah pasaran. Nama kotanya Yiwu tapi tidak semua kota mudah menjangkau kota tersebut.

Fasilitas Transportasi


Nyaman sekali, sangat nyaman. Mau kemana saja bisa naik transportasi umum, ada subway, bus, taksi, dan juga uber. Di sini uber sudah banyak sekali. Hanya cukup menunggu dua sampai empat menit pasti sudah dapat kendaraan pribadi untuk mengantar kita. Subway sudah menjangkau seluruh titik-titik penting di kota, selanjutnya kalau agak terpencil bisa naik bus. Bus sudah ke semua tempat, hampir tak ada tempat yang tidak dapat dijangkau oleh bus.
 


Pengalaman Menarik


Jadi begini, orang Tiongkok daratan itu kan paling suka menunjukkan kalau dia jago bahasa Inggris. Aku dulu pernah beli HP di sini. Nah, aku tanya ke penjualnya menggunakan bahasa mandarin. Nah si penjualnya membalas dengan menggunakan bahasa Inggris. Tapi kita sama-sama mengerti gitu apa yang diomongin satu sama lain. Jadi percakapannya terus begitu, mulai aku nanya-nanya, nyobain HP, sampai bayar, dia pakai bahasa Inggris dan aku mandarin. Sampai waktu itu kita dilihatin orang-orang.

Tips dan Motivasi Sukses Akademik dan Organisasi di Luar Negeri

Sebetulnya kita harus mengenali diri kita sendiri dulu. Kita harus tahu peran kita nantinya di kehidupan ini setelah kita dewasa yang mau kita ambil. Kalau kita sudah passion ya, kita pasti tahu cara untuk ‘mengakali’ agenda-agenda kita. Jadi yang aku maksud membagi waktu itu bukan 5 jam sekolah dan 5 jam organisasi.  Jadi lihat skala prioritas, seumpama di kelas lagi ujian ya jangan ditinggalkan, kalau di organisasi ada hal yang harus kita turun tangan ya kita turun tangan begitu. Seperti aku, aku ada acara festival olahraga dan budaya sabtu sama senin besok, aku ambil cuti kuliah dulu selama satu minggu. Karena banyak hal yang harus diorganisir dan diselesaikan dan itu tidak bisa digantikan. Karena acara festival ini dampaknya akan besar, memperkenalkan budaya kita ke masyarakat internasional, menambah jaringan, belajar mengadakan event, memanajemen orang, dan ini semua akan bermanfaat di kehidupan kita nanti.



Selain itu, aku juga sedang fokus meningkatkan kualitas SMK dan mengubah mindset anak SMK. Ini rencana besar yang aku rintis dari sekarang. Karena aku dari SMK, aku tahu betul kondisi SMK seperti apa. Jangankan untuk kuliah di luar negeri, lanjut kuliah ke kampus-kampus kelas dua yang swasta saja tidak pernah terbersit di benak anak-anak SMK. Jadi aku ini seakan-akan dewa bagi orang-orang di sekolahku. Tidak pernah terbayang ada anak dari SMK yang bisa kuliah di luar negeri, bukan maksud aku untuk sombong ya. Apalagi dulu aku dikenal sebagai anak yang nakal, berontak, kristis parah sama guru, datang terlambat, sering masuk BK, dll. Tapi ini semua aku lalui sebagai sebuah proses. Aku tetap bermimpi dan bercita-cita untuk kuliah di luar negeri semenjak SMP dan aku terus percaya aku bisa mendapatkan itu. Akhirnya saat ada kesempatan, guruku mempercayai aku untuk ikut tes beasiswa kuliah ke luar negeri. Ternyata aku lolos dan di sinilah aku.

Sesampainya di Tiongkok, aku ingin semua anak SMK bisa merasakan apa yang aku rasakan. Maka aku belajar keras agar dapat kepercayaan dari dosen dan membangun jaringan dengan siapa saja termasuk agen-agen beasiswa yang memberangkatkan mahasiswa ke Tiongkok. Akhirnya setelah setahun di sini, aku cukup dipercaya dosen untuk membawa dan memilih dua adik kelasku berkuliah ke luar negeri dan dihubungkan dengan agen terpercaya. Jadi kasarnya SMK-ku dapat jatah dua murid untuk menyusul aku. Dan tentu saja adik-adik kelasku ini bukan yang sembarangan, tapi yang berkualitas. Akhirnya aku berkesempatan juga untuk bicara di hadapan anak-anak baru saat MOS. Aku sampaikan ke mereka bahwa mereka harus percaya diri dan pasti ada jalan untuk sukses. Sementara kau dan dua adik kelasku yang datang terus membangun hubungan baik dengan dosen, agen, dan pemerintah selama setahun ini dan memang kita semua tidak mengecewakan.

Dan sekarang, semester depan ini, SMK-ku akan memberangkatkan 21 anak untuk berkuliah di Tiongkok. Sekarang mereka sedang dipersiapkan dengan baik. Semua berkat kerja keras dan ‘mimpi’ yang kita rintis dan wujudkan. Tahun pertama hanya aku sendiri yang berangkat, tahun kedua dua orang, tahun ketiga 21 orang. Benar-benar mau nangis saking bahagianya kalau cerita ini.

Nah, harapanku tahun depan bisa membawa anak-anak SMK lain di kotaku, Sidoarjo, untuk berkuliah di luar negeri. Sekarang aku membangun relasi dengan teman-temanku yang alumni kampus lain lalu dengan guru-guru mereka dan berusaha melakukan terbaik di organisasiku sekarang guna membuka lebih banyak pintu dan fasilitas bagi mereka. Ini juga sebagai rasa terima kasihku kepada guru SMK-ku khususnya Ibu Susi yang telah memberi kepercayaan untukku mengikuti tes beasiswa ke luar negeri sehingga aku bisa berada di sini sekarang.

Reporter:

Adelina Mayang
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,13,Beasiswa,304,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,37,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,4,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,313,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,444,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,22,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,59,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,4,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,19,Tips,7,Tips Beasiswa,16,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,105,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: MAHARDIKA NEHRU PERWIRANEGARA: Anak SMK yang Berhasil Terbang ke Tiongkok untuk Berkuliah di Jiangsu Instute of Commerce
MAHARDIKA NEHRU PERWIRANEGARA: Anak SMK yang Berhasil Terbang ke Tiongkok untuk Berkuliah di Jiangsu Instute of Commerce
https://4.bp.blogspot.com/-Ac44nXO6gn0/V608buj6p0I/AAAAAAAAJ6Q/ngNLDiZuFccmTxwdooOc6E4kWBDhEZv7ACLcB/s640/Mahardika%2BNehru%2B1.png
https://4.bp.blogspot.com/-Ac44nXO6gn0/V608buj6p0I/AAAAAAAAJ6Q/ngNLDiZuFccmTxwdooOc6E4kWBDhEZv7ACLcB/s72-c/Mahardika%2BNehru%2B1.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2016/08/mahardika-nehru-prawiranegara-anak-smk-sidoarjo-kuliah-di-tiongkok.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2016/08/mahardika-nehru-prawiranegara-anak-smk-sidoarjo-kuliah-di-tiongkok.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy