ALVIN WIJAYA: Pecinta Fotografi yang Belajar International Trade di UIBE, Tiongkok

Pemuda asal Bandung ini merupakan salah satu mahasiswa asal Indonesia yang bisa menuntut ilmu hingga ke negeri Tiongkok. Namanya Alvin Wijaya, penyuka fotografi yang tengah mempelajari tentang International Trade di University of International Business and Economics. Ingin tahu bagaimana Alvin menjalani hari-hari kuliahnya di Tiongkok? Bagaimana pula pengalaman Alvin menjalankan hobi fotografinya di sana? Ini dia sepenggal kisah dari Alvin Wijaya.


Halo…perkenalkan nama lengkapku Alvin Wijaya. Aku berasal dari Bandung dan sekarang sedang kuliah di UIBE (University of International Business and Economics). Aku di sini belajar di jurusan International Trade, semester 6 dan akan lulus tahun depan bulan Juni 2017. Di sini aku kuliah tidak menggunakan beasiswa, dan memang kebanyakan beasiswa di Tiongkok jarang sekali ada yang full.

Aku menempuh program S1, Mandarin Program. Jadi di sini aku menggunakan bahasa mandarin karena ada dua jenis program di sini yaitu mandarin program dan English program. Di sini programnya ditempuh selama empat tahun, tapi karena aku ambil program mandarin jadi aku sekolah bahasa dulu selama satu tahun.


Aku memilih Tiongkok karena pada saat itu Tiongkok sedang maju-majunya dan yang terutama aku ingin belajar bahasa mandarin lebih dalam lagi. Terus, kenapa saya memilih UIBE di Beijing, karena universitas ini terkenal dengan International Trade-nya. Jurusan ini benar-benar manarik dan untuk itu aku mengambil jurusan ini. Alasan lain karena hubungan ekspor impor dari Tiongkok ke Indonesia bagus.

Tantangan Terbesar Kuliah di Tiongkok

Mungkin karena bahasanya. Jadi lagi awal-awal masuk kuliah langsung berhadapan belajar bisnis dengan bahasa mandarin. Dan ketika ujian pun juga harus terbiasa dengan mandarin semua tapi kelamaan it’s ok. Karena di awal semester kita kan masih mendapat tambahan semacam kelas bahasa.


Fasilitas Kampus

Fasilitas kampus sih menurut aku lumayan lengkap ya. Lapangan olahraga lumayan  besar, ada lapangan basket, football, voli, tenis, badminton, semua ada. Terus ada dorm university juga tapi dipisahkan yang mahasiswa lokal dan internasional. Kelebihan kampusku ini sih menurutku kampus ini dikenal dengan banyaknya mahasiswa internasional jadi pasti kita mudah sekali mendapatkan teman dari luar. Maksudku luar negeri ya, kebanyakan dari Korea, Rusia, Thailand, dan negara-negara Eropa lainnya.

Olahraga dan Fasilitasnya

Iya, betul sekali. Aku paling suka badminton tapi tidak ikut klub apa-apa di sini karena jujur sekarang sudah jarang bisa olahraga. Soalnya aku gabung organisasi-organisasi semacam Permit Beijing, UIBE IAA, dan inphinity


Organisasi

Jadi, Permit Beijing itu kepanjangannya Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Aku di sini di bagian media department. Kenapa di bagian ini karena hobi sekarang adalah fotografi. Oh iya, permit di sini juga paling banyak kegiatannya. Terus ada UIBE IAA Indonesia sama juga di bagian media bikin poster, video, dokumentasi, dll. UIBE IAA itu adalah UIBE International Alumni Association Indonesia. Terus baru-baru ini juga terbentuk semacam photography community juga untuk anak-anak Indonesia di Beijing namanya Inphinity. Jadi buat yang suka fotografi kita biasanya suka kumpul bareng tiap weekend buat hunting foto sama-sama.

Fotografi

Saya memang hobi fotografi, dan yang saya jadikan objek biasanya Landscape. Cuma sekarang lagi suka semua. Lagi mencoba belajar di semuanya saja. Oh iya kemarin juga ada tawaran membantu Bunga Citra Lestari di Beijing juga, saya yang membantu membuat video di sini. Kemarin ada konser selama empat hari gitu di sini. So far sih enjoy living in Beijing.


Jalan-Jalan

Wah, banyak di Beijing objeknya. Objek wisata seperti Tian An Men, Forbidden City, Summer Palace, itu adalah tempat wajib. Tapi so far paling suka sih aku di daerah 798 Art District namanya. Jadi ini daerahnya penuh sama bangunan ‘art’ begitu. Ini daerahnya masih ada di Beijing.


Festival

UIBE setiap tahunnya selalu ada International Culture Festival. Jadi setiap negara buka stand masing-masing untuk menjual makanan negara masing-masing, juga mereka tampil dengan memakai baju tradisional.

Tempat Tinggal dan Biaya

Aku tinggal di apartemen seberang kampus. Apartemen di sini rata-rata 2000-2500 RMB, kira-kira 3-5 juta rupiah per bulan. Fasilitasnya biasa saja seperti apartemen biasa hanya saja ada taman di luar karena lokasinya hanya di seberang kampus.


Rencana Setelah Lulus

Mungkin rencananya sampai saat ini sih mau mencari kerja dulu di Tiongkok satu tahun. Setelah itu rencananya ingin lanjut S2 lagi.

Reporter: Adelina Mayang
Share on Google Plus

About Inspira Tech

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.