Dari Banda Aceh menuju The University of Auckland . Rijalul Fikri menempuh perjalanan yang mengesankan sampai sekarang ia bisa menempuh pro...
Dari Banda Aceh menuju The University of Auckland. Rijalul Fikri menempuh perjalanan yang mengesankan sampai sekarang ia bisa menempuh program PhD di Selandia Baru. Kepada Inspira Book, pria yang akrab disapa Rijal ini membagi pengalamannya selama ia berkuliah di The University of Auckland, Selandia Baru.
Halo, nama saya Rijalul Fikri biasa dipanggil Rijal atau Rijalul. Saya berasal dari Banda Aceh. Sekarang saya sedang kuliah di The University of Auckland program PhD di jurusan Civil Engineering, bidang studi Structural Engineering. Saya mulai kuliah di universitas ini pada bulan Maret 2015.
Fokus penelitian sekarang adalah Earthquake Engineering. Topik risetnya Seismic Vulnerability Assessment of Reinforced Concrete with Masonry Infill Buildings. Dalam penelitian ini, saya menganalisis kekuatan bangunan existing di Selandia Baru terhadap gempa bumi. Saya tertarik mempelajari bidang tersebut karena beberapa alasan. Pertama, jurusan ini linear dengan pendidikan S1 dan S2 sebelumnya. Kemudian saya memiliki pengalaman terhadap gempa bumi dan tsunami yang besar tahun 2004 di Aceh. Perencanaan bangunan setelah bencana tersebut mengharuskan para insinyur untuk memiliki pengetahuan terhadap bangunan tahan gempa.
The University of Auckland memiliki banyak dosen dan profesor yang terkenal untuk jurusan Civil Engineering. Kemudian, University of Auckland juga memiliki jumlah international student yang sangat ramai sehingga kita tidak merasa asing. Penduduk lokal Selandia Baru juga sangat ramah terhadap pendatang.
Seleksi saat Apply Kuliah di New Zealand
Saya mendaftar di University of Auckland pada program PhD. Proses PhD application itu dimulai dengan membuka komunikasi dengan calon supervisor sesuai dengan minat riset yang ingin kita lakukan. Kemudian, kita mengirimkan email kepada calon supervisor tersebut mengenai minat riset tersebut. Apabila calon supervisor setuju untuk menjadi pembimbing, langkah selanjutnya adalah membuat statement of research intent (research proposal). Proses ini juga membutuhkan komunikasi intensif dengan calon supervisor dan apabila sudah disetujui, maka kita bisa melakukan apply melalui website kampus. Dalam proses aplikasi, calon mahasiswa harus meng-upload ke dalam sistem aplikasi online semua dokumen yang dibutuhkan seperti ijazah, transkrip, sertifikat IELTS, dll.
Persiapan Sebelum Berangkat Kuliah
Yang paling perlu dipersiapkan adalah visa. Selain itu mempelajari budaya dan karakter masyarakat setempat bisa membantu mempermudah proses adaptasi setelah tiba di Selandia Baru. Juga informasi tentang cuaca harus diperhatikan. Hal pertama yang saat itu saya lakukan setelah sampai di Selandia Baru adalah mencari akomodasi. Hal tersebut saya lakukan paralel dengan proses registrasi di kampus. Setelah mendapatkan akomodasi dan sudah teregister sebagai mahasiswa di University of Auckland, saya bertemu dengan supervisor untuk membahas tentang riset yang akan dilakukan.
Teman Dekat Selama di New Zealand
Saya berteman dekat dengan beberapa orang. Ada beberapa teman baik yang pernah tinggal satu akomodasi bersama saya. Tempat tinggal pertama kali di Auckland itu disebut Rocklands Accomodation. Di Rocklands, saya bergaul dengan berbagai orang dari negara yang berbeda. Kemudian di tempat perkuliahan juga saya berteman dengan teman-teman dari Selandia Baru, US, Eropa, Amerika Latin, China, Iran, India, Pakistan, dll. Sejauh ini teman-teman saya tersebut mempunyai karakter yang bagus. Untuk teman dari Selandia Baru sendiri mereka sangat welcome terhadap saya dan sangat membantu ketika ada masalah.
Tempat Tinggal dan Biayanya
Pertama, tinggal di Rockland Accomodation di suburbs Epsom. Rocklands itu akomodasi seperti asrama atau lebih tepat disebut kos-kosan. Dapurnya itu komunal dan dijadikan tempat untuk bersosialisasi antar sesama tenants (penghuni). Biaya yang harus saya keluarkan NZ$ 200 tiap minggu. Harga tersebut setelah mendapatkan students discount. Kemudian saya tinggal di homestay bersama keluarga Indonesia di Suburb Mt. Roskill. Saya masih tinggal bersama mereka sampai sekarang. Menurut saya tinggal di Auckland sangat nyaman karena masyarakatnya sangat menghargai pendatang.
Pekerjaan Part Time di New Zealand
Mahasiswa boleh bekerja selama 20 jam per minggu (maksimal). Jenis pekerjaannya bervariasi dari cleaning service, kitchen hand, tukang potong rumput, cashier di convenience store, dll.
Fasilitas Kesehatan di Auckland
Fasilitas kesehatan untuk saya itu menggunakan asuransi Student Safe. Saya hanya menggunakan fasilitas kesehatan di klinik kampus dan belum pernah menggunakan selain dari itu. Prosesnya itu ketika mendaftar di klinik kampus, resepsionis melihat data pribadi kita dan apabila sudah teregistrasi dengan insurance maka biaya berobat tidak perlu dibayar. Begitu juga dengan resep obat. Tetapi ada beberapa obat yang tidak dicover oleh insurance.
Belanja Kebutuhan Sehari-Hari
Untuk tempat belanja pilihan utama itu di Pak n Save. Harga di Pak n Save lebih murah dibanding dengan tempat lain seperti Countdown, Selandia Worlds, dan convenience store biasanya.
Berkumpul dengan Teman-Teman Indonesia
Mahasiswa Indonesia mengadakan beberapa kali pertemuan. Eventnya beragam dari penyambutan mahasiswa baru yang biasanya ada acara BBQ atau yang lain. Saya juga biasanya sering bertemu teman-teman Indonesia di masjid ketika sholat Jumat.
Berkomunikasi dengan Keluarga di Indonesia
Komunikasi biasanya menggunakan Whatsapp. Seminggu sekali saya menelepon keluarga di Indonesia menggunakan skype.
Cuaca di Selandia Baru
Cuaca di NZ menurut pribadi saya agak sedikit ekstrim dibanding di Indonesia. Sebelum kuliah di NZ, saya pernah berkuliah dan tinggal di Taipei, Taiwan selama 3.5 tahun. Tetapi cuaca di NZ juga lebih ekstrim dibanding dengan di Taipei. Pertama datang saya kaget dengan cuaca di NZ. Ketika winter tiba, lebih kaget lagi karena dinginnya itu sangat menusuk hingga ke tulang.
CV dan Motivation Letter
CV dan motivation letter itu dibuat semenarik mungkin dari segi template. Tetapi, jangan pernah menambahkan sesuatu yang kita tidak pernah mengalaminya. Intinya harus dibuat sejujur mungkin dengan kemasan yang menarik.
Halo, nama saya Rijalul Fikri biasa dipanggil Rijal atau Rijalul. Saya berasal dari Banda Aceh. Sekarang saya sedang kuliah di The University of Auckland program PhD di jurusan Civil Engineering, bidang studi Structural Engineering. Saya mulai kuliah di universitas ini pada bulan Maret 2015.
Fokus penelitian sekarang adalah Earthquake Engineering. Topik risetnya Seismic Vulnerability Assessment of Reinforced Concrete with Masonry Infill Buildings. Dalam penelitian ini, saya menganalisis kekuatan bangunan existing di Selandia Baru terhadap gempa bumi. Saya tertarik mempelajari bidang tersebut karena beberapa alasan. Pertama, jurusan ini linear dengan pendidikan S1 dan S2 sebelumnya. Kemudian saya memiliki pengalaman terhadap gempa bumi dan tsunami yang besar tahun 2004 di Aceh. Perencanaan bangunan setelah bencana tersebut mengharuskan para insinyur untuk memiliki pengetahuan terhadap bangunan tahan gempa.
The University of Auckland memiliki banyak dosen dan profesor yang terkenal untuk jurusan Civil Engineering. Kemudian, University of Auckland juga memiliki jumlah international student yang sangat ramai sehingga kita tidak merasa asing. Penduduk lokal Selandia Baru juga sangat ramah terhadap pendatang.
Seleksi saat Apply Kuliah di New Zealand
Saya mendaftar di University of Auckland pada program PhD. Proses PhD application itu dimulai dengan membuka komunikasi dengan calon supervisor sesuai dengan minat riset yang ingin kita lakukan. Kemudian, kita mengirimkan email kepada calon supervisor tersebut mengenai minat riset tersebut. Apabila calon supervisor setuju untuk menjadi pembimbing, langkah selanjutnya adalah membuat statement of research intent (research proposal). Proses ini juga membutuhkan komunikasi intensif dengan calon supervisor dan apabila sudah disetujui, maka kita bisa melakukan apply melalui website kampus. Dalam proses aplikasi, calon mahasiswa harus meng-upload ke dalam sistem aplikasi online semua dokumen yang dibutuhkan seperti ijazah, transkrip, sertifikat IELTS, dll.
Persiapan Sebelum Berangkat Kuliah
Yang paling perlu dipersiapkan adalah visa. Selain itu mempelajari budaya dan karakter masyarakat setempat bisa membantu mempermudah proses adaptasi setelah tiba di Selandia Baru. Juga informasi tentang cuaca harus diperhatikan. Hal pertama yang saat itu saya lakukan setelah sampai di Selandia Baru adalah mencari akomodasi. Hal tersebut saya lakukan paralel dengan proses registrasi di kampus. Setelah mendapatkan akomodasi dan sudah teregister sebagai mahasiswa di University of Auckland, saya bertemu dengan supervisor untuk membahas tentang riset yang akan dilakukan.
Teman Dekat Selama di New Zealand
Saya berteman dekat dengan beberapa orang. Ada beberapa teman baik yang pernah tinggal satu akomodasi bersama saya. Tempat tinggal pertama kali di Auckland itu disebut Rocklands Accomodation. Di Rocklands, saya bergaul dengan berbagai orang dari negara yang berbeda. Kemudian di tempat perkuliahan juga saya berteman dengan teman-teman dari Selandia Baru, US, Eropa, Amerika Latin, China, Iran, India, Pakistan, dll. Sejauh ini teman-teman saya tersebut mempunyai karakter yang bagus. Untuk teman dari Selandia Baru sendiri mereka sangat welcome terhadap saya dan sangat membantu ketika ada masalah.
Tempat Tinggal dan Biayanya
Pertama, tinggal di Rockland Accomodation di suburbs Epsom. Rocklands itu akomodasi seperti asrama atau lebih tepat disebut kos-kosan. Dapurnya itu komunal dan dijadikan tempat untuk bersosialisasi antar sesama tenants (penghuni). Biaya yang harus saya keluarkan NZ$ 200 tiap minggu. Harga tersebut setelah mendapatkan students discount. Kemudian saya tinggal di homestay bersama keluarga Indonesia di Suburb Mt. Roskill. Saya masih tinggal bersama mereka sampai sekarang. Menurut saya tinggal di Auckland sangat nyaman karena masyarakatnya sangat menghargai pendatang.
Pekerjaan Part Time di New Zealand
Mahasiswa boleh bekerja selama 20 jam per minggu (maksimal). Jenis pekerjaannya bervariasi dari cleaning service, kitchen hand, tukang potong rumput, cashier di convenience store, dll.
Fasilitas Kesehatan di Auckland
Fasilitas kesehatan untuk saya itu menggunakan asuransi Student Safe. Saya hanya menggunakan fasilitas kesehatan di klinik kampus dan belum pernah menggunakan selain dari itu. Prosesnya itu ketika mendaftar di klinik kampus, resepsionis melihat data pribadi kita dan apabila sudah teregistrasi dengan insurance maka biaya berobat tidak perlu dibayar. Begitu juga dengan resep obat. Tetapi ada beberapa obat yang tidak dicover oleh insurance.
Belanja Kebutuhan Sehari-Hari
Untuk tempat belanja pilihan utama itu di Pak n Save. Harga di Pak n Save lebih murah dibanding dengan tempat lain seperti Countdown, Selandia Worlds, dan convenience store biasanya.
Berkumpul dengan Teman-Teman Indonesia
Mahasiswa Indonesia mengadakan beberapa kali pertemuan. Eventnya beragam dari penyambutan mahasiswa baru yang biasanya ada acara BBQ atau yang lain. Saya juga biasanya sering bertemu teman-teman Indonesia di masjid ketika sholat Jumat.
Berkomunikasi dengan Keluarga di Indonesia
Komunikasi biasanya menggunakan Whatsapp. Seminggu sekali saya menelepon keluarga di Indonesia menggunakan skype.
Cuaca di Selandia Baru
Cuaca di NZ menurut pribadi saya agak sedikit ekstrim dibanding di Indonesia. Sebelum kuliah di NZ, saya pernah berkuliah dan tinggal di Taipei, Taiwan selama 3.5 tahun. Tetapi cuaca di NZ juga lebih ekstrim dibanding dengan di Taipei. Pertama datang saya kaget dengan cuaca di NZ. Ketika winter tiba, lebih kaget lagi karena dinginnya itu sangat menusuk hingga ke tulang.
CV dan Motivation Letter
CV dan motivation letter itu dibuat semenarik mungkin dari segi template. Tetapi, jangan pernah menambahkan sesuatu yang kita tidak pernah mengalaminya. Intinya harus dibuat sejujur mungkin dengan kemasan yang menarik.