SARITA PRIMA AMANDA: Banyak Sekali Pengalaman, Pelajaran, dan Manfaat Kuliah di Italia!

Ciao, mi chiamo Sarita Prima Amanda, yang artinya nama saya Sarita Prima Amanda atau biasanya dipanggil Icha. Aku sekolah di Istituto M...


Ciao, mi chiamo Sarita Prima Amanda, yang artinya nama saya Sarita Prima Amanda atau biasanya dipanggil Icha. Aku sekolah di Istituto Marangoni Milano, majoring Master Contemporary Fashion Buying. Salam kenal!

Bisa kuliah di Italia saya melewati ceritanya panjang tapi kita persingkat saja ya, aku tadinya nggak mau sekolah di Itali, milihnya malah di London, tetapi tetap sama di sekolah yang bernama Istituto Marangoni juga. Sudah sempat di sana selama 9 bulan sih, tapi cuma ambil IELTS. Yup, test IELTS! Kalau belum tahu itu tuh apa, jadi test IELTS adalah Sistem Tes Bahasa Inggris Internasional yang mencakup mendengar, membaca, menulis dan berbicara, test ini paling populer di seluruh dunia dan biasanya kalau ingin bekerja atau study abroad. Salah satu requirementnya adalah nilai IELTS ini.

Dan percaya nggak? Aku nggak pernah mencoba ambil test IELTS di Indonesia lho (fyi, lebih gampang test IELTS di Indonesia daripada di London, secara English mereka british kan ya dan standard penilaiannya lebih ketat). Jadinya bermodalkan sotoy dan English pas-pasan, aku berangkat ke London untuk mengambil IELTS dan business foundation course. Setiap bulan selama 9 bulan, aku mengambil test IELTS, tetapi hasil yang didapat tidak mencukupi yang universitas aku mau. Sempat putus asa juga sih. Kayak aku mikirnya aku buang-buang waktu dan uang di London. Tapi aku selalu ingat, untuk mencapai kesuksesan itu butuh usaha dan perjuangan dan jatuh bangun dan segala macam drama kayak drama korea tangis-tangisan itu pasti bakalan ada. Ya, inti kuncinya adalah kalau mau tinggal di luar harus tough, nggak boleh putus asa, selalu pantang menyerah sama berdoa dan berusaha.

Informasi Kampus di Italia

Karena sudah 9 bulan tapi nggak ada hasil sama sekali, akhirnya aku mencari tahu tentang Istituto Marangoni yang representative Indonesia dan ternyata mereka ada. Lalu, aku contact mereka dan bilang aku tertarik untuk sekolah disini, tapi hasil IELTS-nya nggak mencukupi terus menerus dan aku nanya ada cara lain nggak biar aku bisa masuk ke sana. (Btw, aku nggak punya planning sekolah lain selain Istituto Marangoni, soalnya anaknya keras kepala dan apa yang aku mau, pasti aku harus dapat, jadinya aku kejar buat masuk Istituto Marangoni deh. 

Kalau belum tahu tentang Istituto Marangoni itu sekolah seperti apa ini aku certain. Jadi, Istituto Marangoni termasuk ke dalam top 10-fashion school in the world dan salah satu lulusan Marangoni adalah Moschino, Domenico Dolce (Dolce &Gabbana) dan Sebastian Gunawan (Indonesian designer). Lalu si representative Marangoni menyuruh aku pulang ke Indonesia, biar bisa mudah ngobrolnya dan akhirnya aku bilang ke papaku untuk pulang dan diizinkan. (Minta izin sama papa soalnya ini biaya pribadi gitu, aku nggak sempat apply-apply scholarship, soalnya waktu persiapannya mepet terus gitu).

Pas pulang, akhirnya bertemu dengan representative dan mengusulkan untuk memilih sekolah Marangoni di Itali, secara kota fashion yang terkenal adalah Milan. Tadinya aku sama papaku nggak boleh sekolah di Itali, soalnya terkenal dengan pick pocket alias copet. Tetapi saat aku jalani sampai sekarang Alhamdulillah nggak terjadi apa-apa. Asalkan kita selalu waspada, menjaga barang-barang kita dan tidak terlalu menggunakan barang-barang terlalu mahal dan mencolok, Insya Allah bakalan aman kok.


Tempat Tinggal

Selama 1 tahun lebih di Milan, aku tinggal di apartment di via Corso Magenta 25 (dekat Cadorna Metro Station) dan kalau mau ke Duomo tinggal jalan kaki selama 10-15 menit. Tapi sekarang baru pindah apartment lagi dekat daerah Navigli.

Kesan Kuliah di Italia

Intinya the more you travel outside of your country, the more you love everything about your country. Not talking about the politics and other lame government stuffs. What I’m talking about is that you will love your home bigger than ever, you will miss all of your favorite Indonesian food, your best friends will be like a soulmate, your boyfriend or girlfriend (OIA!! tips untuk yang LDR, kalian bakalan tahu pacar kalian setia atau nggak, yaitu dengan cara LDR, everything is about trust, men, because survey membuktikan hanya 40% yang berhasil). Another thing is about your crappy toilet at home will be the best toilet ever, every single word or text from your lover, family and friends will be hundreds times precious when you’re far from each other, and you will appreciate and be very grateful of every small detail of your life when you get back home.


Tentunya, lots of people will think like, “oh I hate my country! The traffic, the pollution, the crazy criminals and stuffs! And living out of here, outside Indonesia will be more awesome, I promise I’ll leave this country!” Well, this kind of thinking sure happens to me, a lot. But really, experiencing more than 2 years outside of Indonesian with 5 or 6 hours difference time zone thingy sure beats the hell out of me. It’s not that I am a spoiled brat or something, it’s just the grateful feeling. Not to be sound like a preacher, but yeah, you will be grateful you have your own ride here in home, getting on any public transportation is easy like crap with a very cheap price (becak, gojek, grabcar, angkot, bis, taksi, you name it) and many other stuffs.

Kalau Kangen Keluarga

Rasa kangen pasti ada kok, apalagi kalau kita tinggal jauh dari orang tua, teman, sahabat, pacar, kakak, adek, tante, om atau binatang kesayangan kita. Tapi bagaimana sih cara untuk mengobati rasa rindu tersebut? Sebenarnya nggak usah pusing dan caranya gampang banget, apalagi sekarang di zaman yang teknologi sudah semakin canggih. Jadi kita bisa memanfaatkan itu semua.Ya, kita bisa chatting, melihat update-an dari social media seperti Instagram, Path, Snapchat, Facebook, Twitter, dll. Atau gunakan aplikasi video call. 


Makanan di Italia

Nah ini, paling susah kalau kangen makanan Indonesia di Italia, soalnya nggak ada restoran Indonesia (adanya yang terdekat di Genova, Amsterdam atau London), jadi mau nggak mau kita harus masak. Tapi jangan khawatir juga, kita bisa beli bahan-bahan atau bumbu-bumbu masak di alimentary atau toko bahan makanan di China town, karena rata-rata bahan dan bumbu mereka sama dengan kita. Atau kalau mau lebih rasa Indonesia lagi, nyetok bumbu masakan aja yang banyak dijual sachet-an di Indonesia mulai dari bumbu rendang, opor ayam, nasi goreng, soto betawi, rujak, nasi uduk, nasi kuning sampai sambel goreng hati pun ada. Semua sekarang kan serba sachet jadi praktis dan gampang membuatnya kok. Jadi lulusan luar negeri selain punya gelar, dijamin bisa masak juga meskipun terkadang masakan itu suka eksperimen sih, hehehe.

Manfaat Kuliah ke Luar Negeri

Pertama,  kita akan mendapat banyak teman dari berbagai negara dan ini bakalan berguna untuk ke depan, misalnya urusan bisnis.

Kedua, bisa mudah traveling kemana saja. Jadi teman-teman di social media, pasti bakalan iri kalau kita update social media hehehe (contoh, hari ini di Rome, besok Paris, besok lagi Amsterdam dll), selain itu traveling around Europe bisa dengan low budget kok, contohnya kalau ingin naik pesawat tinggal cari tiket promo saja seperti Ryan Air atau Easy Jet, atau pakai bus juga bisa, tinggal cari tiket di flix bus atau mau lebih adventurous bisa pakai aplikasi blablacar saja. Blablacar is ridesharing platform in Europe. Basically, we connect people who need to travel with drivers who have empty seats. Tapi dianjurkan untuk cewek lebih baik mengajak teman yang cowok juga, soalnya ini sharing sama orang yang random gitu. Seru sih tapi harus tetap berhati-hati ya.


Ketiga, belajar bahasa baru, jadi selain kita belajar tentang apa yang kita minat di universitas. Tentunya kita belajar bahasa sehari-hari mereka dong. Dan 80% orang Italia itu nggak bisa ngomong English, jadinya kita harus belajar bahasa lagi. Tapi ya itu, belajar bahasa Italia, gampang-gampang susah.

Keempat, akan mengajari kita untuk dewasa, bertanggungjawab dan mandiri. Coba bayangkan kalau di Indonesia, apa-apa ada orang tua, mbak atau supir. Tetapi kalau di luar, secara tidak langsung menyuruh kita harus mengurus diri sendiri dari mulai masak, mencuci pakaian, belajar masak, membayar tagihan air dan listrik, ke kantor polisi untuk mengurus izin tinggal, kalau sakit mengurus diri sendiri.

Kelima, lebih open-minded. Menurut aku, orang Indonesia termasuk closed-minded soalnya apa-apa kalau aku lihat dari berita, mereka saling mengomentari dan diributin. Salah sedikit demo dan protes. Tapi kalau tinggal di luar, menurut aku, kalian akan lebih open-minded. Soalnya kita berinteraksi nggak cuma sama satu ras tapi bermacam-macam ras dan agama. Jadinya, saling menghormati, menghargai, dengerin pendapat orang lain, berdiskusi, ambil jalan tengah dansama-sama enak. Terus kalau dipikir-pikir, jalan-jalan pikiran orang kan berbeda-beda juga, bayangin kalau di dunia ini semua orang jalan pikirnya sama pasti nggak seru dan nggak ada yang unik. 

Reporter: Adelina Mayang
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,297,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,58,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: SARITA PRIMA AMANDA: Banyak Sekali Pengalaman, Pelajaran, dan Manfaat Kuliah di Italia!
SARITA PRIMA AMANDA: Banyak Sekali Pengalaman, Pelajaran, dan Manfaat Kuliah di Italia!
https://1.bp.blogspot.com/-hKVcqyqCNbI/V9pOgUA4y3I/AAAAAAAAKDk/2BJtBpvEV9ExKGHVL3qyADmYvRPsUumewCLcB/s640/Sarita%2B1.png
https://1.bp.blogspot.com/-hKVcqyqCNbI/V9pOgUA4y3I/AAAAAAAAKDk/2BJtBpvEV9ExKGHVL3qyADmYvRPsUumewCLcB/s72-c/Sarita%2B1.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2016/09/sarita-prima-amanda-banyak-sekali-pengalaman-pelajaran-manfaat-study-in-italy.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2016/09/sarita-prima-amanda-banyak-sekali-pengalaman-pelajaran-manfaat-study-in-italy.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy