THALIANANDYA CHAIRUNNISA: Gadis Desa yang Merantau ke Negeri Jerman Dalam Proses Ihtiar Mewujudkan Mimpi!

Thalianandya Chairunnisa Irsyanti, merupakan seorang putri dari keluarga biasa-biasa saja yang memiliki mimpi besar. Mimpinya untuk kuliah ...

Thalianandya Chairunnisa Irsyanti, merupakan seorang putri dari keluarga biasa-biasa saja yang memiliki mimpi besar. Mimpinya untuk kuliah di negeri empat musim telah menjadi kenyataan berkat kerja keras dan kegigihannya. Mengaku bukan berasal dari keluarga kaya, Thalia sama sekali tidak menyangka bisa berangkat ke Jerman dan kuliah di Leibniz Universitat Hannover. Berikut pengalaman yang Thalia bagikan kepada tim Berkuliah.com.


Halo, nama aku Thalianandya Chairunnisa Irsyanti biasa dipanggil Thalia. Aku berasal dari Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Saat ini aku berkuliah di Leibniz Universitat Hannover jurusan bioteknologi program bachelor. Aku mulai kuliah pada winter semester tahun ajaran 2015/2016.

Awalnya aku sama sekali tidak menyangka akan kuliah di Jerman. Aku berasal dari keluarga biasa bukan anak orang kaya yang luar biasa. Orang tua aku pernah bekerja di Jepang dan dari itu aku punya keinginan suatu hari bisa kuliah di negara empat musim. Mulai SMP aku belajar bahasa jepang. Di SMA kebetulan sudah tidak ada pelajaran bahasa Jepang dan tidak bisa pindah ke jurusan yang ada pelajaran bahasa Jepang. Jadi aku di SMA belajar bahasa Jerman. Aku belajar ala kadarnya anak SMA dan sama sekali tidak menyangka akan kuliah di Jerman. Apalagi sekolah juga tidak mengarahkan untuk kuliah di Jerman. Waktu kelas 3, saat musim-musimnya galau kuliah dimana, jurusan apa, ada agensi pendidikan luar negeri ke sekolah menawarkan seminar kuliah di luar negeri waktu itu dengan biaya 50 ribu. Aku kemudian telepon orang tua untuk minta ijin karena memang mimpi orang tua dan aku untuk kuliah di luar negeri. Waktu itu target aku adalah kuliah di Jepang. Tapi setelah sampai di tempat seminar mereka membahas kuliah di Jerman secara detail jadi aku memutuskan untuk kuliah di Jerman dengan biaya yang sangat murah bahkan nol euro. Itulah awal cerita aku tertarik untuk kuliah di Jerman.

Kelebihan Kampus

Jadi di Jerman ada kampus TU9 (Technical University dengan jumlah 9) dan kampusku ini masuk ke dalamnya. Keunikannya, karena merupakan kampus yang tua ruangannya seperti istana karena dulu kan seperti ada kerajaan gitu yang runtuh kemudian bangunannya dibuat universitas sekarang ini.

Jurusan

Jurusan yang aku ambil ini mengenai biologi, genetik dan lebih ke genetik karena bioteknologi kemudian ada botani, ilmu hewan, ilmu tanah, teknik, produksi tumbuhan, mikrobiologi, dan fisiologi tumbuhan. Titik tumpunya di genetika. Perkuliahannya, dalam satu ruangan seperti aula besar kurang lebih 300 mahasiswa. Kemudian profesornya menjelaskan lalu ada praktikum setiap satu minggu sekali. Di akhir semester ada UAS, tidak ada UTS. UASnya langsung satu kali dan dapat kesempatan tiga kali mencoba kalau tiga kali nggak lulus sudah langsung DO.


Proses Orientasi di Kampus

Pertama kali sampai, di kampus tidak ada ospek hanya orientasi biasa selama satu jam dan hanya sambutan dari dekan, profesor-profesor, lalu games.

Kebiasaan Belajar

Aku orangnya malas, jadi belajar kalau mood atau terpaksa begitu. Pokoknya butuh tekanan untuk belajar. Aku juga buat semacam les-lesan. Waktu awal masuk aktif di kuliah, aku dan teman-teman belajar bareng dan mereka suka belajar dengan aku kemudian aku lama-lama dibayar untuk belajar dan mengajari mereka.

Tempat Tinggal Selama di Jerman

Aku tidak dapat asrama, akhirnya aku menyewa kamar di sebuah flat. Di flat tersebut diisi dua orang, aku dan housemate aku. Di tempat tinggal aku ini ada beberapa fasilitas seperti taman, kamar yang sudah komplit dengan lemari, kasur, TV, meja belajar, dll. Kemudian ada dapur, kamar mandi shower. Flat aku ini tepatnya berada di daerah Kirchrode Hannover.

Alat Transportasi

Kereta dalam kota. Ini gratis lho…aku tinggal menunjukkan kartu mahasiswa. Bus juga bisa digunakan untuk berpergian dan gratis juga.

Fasilitas Umum

Ada perpustakaan banyak sekali dan terkadang juga ada yang menyediakan wifi gratis. Oh iya, wifi gratis itu tidak banyak di Jerman, karena peraturan negara yang ketat sehingga pemberian fasilitas wifi agak takut kalau IP Address mereka disalahgunakan. Taman juga ada banyak dan salah satu taman terbaik Eropa 2015 ada di kota tempat aku tinggal. Stadion sepak bola juga ada dan di samping stadion ada danau buatan yang dibuat pada zaman Hitler, namanya Maschee. Satu lagi yang menarik, balai kota di tempat aku tinggal ini sangat cantik.

Mengisi Waktu Luang

Hmm…biasanya aku pergi jalan-jalan ke Maschee, Balai kota (Rathaus), nonton bola atau berenang. Aku biasa kerja juga kalau sedang libur.


Bekerja Part Time

Ya, aku bekerja part time karena bagi aku bekerja part time itu wajib. Aku nekat sekali kuliah di Jerman. Aku ini anak desa dan orang tua aku bukan orang kaya. Jadi untuk bertahan hidup di sini ya aku harus kerja. Di sini aku bekerja sebagai loper koran. Aku mengantarkan koran harian dan mingguan. Untuk koran harian aku mulai bekerja jam 4-6 pagi. Pokoknya koran harus sampai di pelanggan jam 6 pagi. Koran harian ini adalah koran harian Senin sampai Sabtu. Untuk mengantarkan koran harian ini aku digaji 8.5 euro tiap jam. Kalau koran mingguan itu hanya pada hari Sabtu dengan jam kerja bebas. Pokoknya koran harus sampai pada pelanggan jam 2 siang. Dari situ aku digaji 16 euro setiap kali kirim.

Tempat Belanja

Aku belanja barang makanan di supermarket biasanya Netto. Aku sekarang sudah punya kartu di sana untuk mengumpulkan poin. Kalau aku sedang kangen masakan Indonesia aku biasanya membeli bumbu-bumbu di toko Asia. Di sana dijual banyak jenis bumbu seperti jahe, kencur, kunyit, lalu ada juga indomie, kecap, sambal instan, tahu, tempe, dan masih banyak lagi. Aku juga biasa beli daging halal di toko Turki.

Tips Memilih Makanan Halal

Ya kalau membeli daging ayam, daging sapi, kambing, dll harus yang disembelih jadi harus beli di toko Turki. Di supermarket biasa ayam itu hanya disetrum Kalau untuk makan sih aku sering makan di luar, aku suka makan di resto Turki, resto Thailand, atau resto Vietnam. Di kota aku sendiri itu kebetulan tidak ada resto Indonesia.

Tempat Untuk Sholat

Aku biasanya sholat di bawah tangga di kampus. Ada banyak masjid sih tapi ada pengalaman buruk saat itu. Dulu aku pernah sholat di masjid dekat univesitas. Tapi kemudian salah satu jamaahnya ada yang sekarang masih buron karena menusuk polisi di bagian leher. Aku kaget saat membaca beritanya di koran karena wajahnya begitu familiar untuk aku. Ternyata memang benar jika buronan tersebut adalah jamaah putri di masjid tempat aku sholat itu. Jadi setelah itu aku nggak berani datang lagi ke masjid.

Pengalaman Unik Selama Tinggal di Jerman

Pengalaman cari apartemen. Ini menurut aku benar-benar drama karena awal aku datang ke Hannover aku harus menginap di hostel selama dua hari dan dibayar di awal. Kan awalnya aku benar-benar tidak berencana kuliah di Hannover tapi tiba-tiba tertarik kuliah di sini jadi tidak ada plan untuk cari tempat tinggal karena susah sekali untuk cari tempat tinggal di Jerman. Jadi aku menginap di hostel dengan biaya kurang lebih 27 euro per malam dengan sarapan. Aku mulai mencari apartemen. Jam sembilan malam aku keluar dari hostel dan aku beruntung karena dapat kamar dari orang Pakistan di salah satu asrama di kampus tapi hanya satu bulan sehingga bulan berikutnya harus cari lagi. Setelah satu bulan berlalu aku kembali beruntung dapat kamar lagi. Aku sangat beruntung karena banyak yang belum dapat tempat tinggal bahkan orang Jerman pun susah cari tempat tinggal dan masih nomadden. Aku pindah dengan orang Turki yang sudah bekerja di apartemen dan aku tinggal disitu selama kurang lebih satu setengah bulan karena tidak cocok dengan teman serumah aku lalu pindah. Aku dapat tempat tinggal lagi, aku menyewa apartemen lagi dengan orang Jerman, mahasiswa. Aku tinggal selama dua setengah bulan. Aku kemudian harus cari lagi, aku kemudian tinggal di sebuah rumah yang diisi oleh dua orang. Jadi, selama di Jerman aku sudah empat kali pindah dengan membawa banyak barang.


Buat yang Mau Kuliah ke Jerman

Untuk berangkat ke Jerman, tidak boleh malas membaca apalagi kalau tidak lewat agen. Bahasanya juga diperdalam karena banyak mahasiswa Indonesia di Jerman belum dapat universitas karena bahasanya kurang dan matematika juga kurang. Jadi yang penting dimantapkan adalah bahasa dan matematika. Bahasanya minimal tingkat B2 (A1 paling mudah, C2 paling susah), B2 setara dengan tingkat intermediet. Lalu harus punya planning yang panjang jadi tidak mendadak karena nanti bisa kesulitan dan menghabiskan banyak uang. Jangan mengandalkan grup PPI Jerman, lebih baik cari informasi lewat google dulu baru kemudian bertanya di grup PPI. Kemudian harus siap secara finansial, untuk ke Jerman itu ada yang namanya deposit. Besarnya 8040 euro per tahun jadi awal berangkat harus ada ini. Intinya harus benar-benar punya visi dan misi, punya planning yang bagus karena di Jerman ada begitu banyak hal yang bisa dilakukan dan didapatkan.

Reporter: Adelina Mayang
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,299,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,442,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,59,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: THALIANANDYA CHAIRUNNISA: Gadis Desa yang Merantau ke Negeri Jerman Dalam Proses Ihtiar Mewujudkan Mimpi!
THALIANANDYA CHAIRUNNISA: Gadis Desa yang Merantau ke Negeri Jerman Dalam Proses Ihtiar Mewujudkan Mimpi!
https://4.bp.blogspot.com/-svmi3BTxIV0/V9phFK9EfHI/AAAAAAAAKEY/DVq2ktcnog0Qh45-9CAk8qXogJxTTmU-gCLcB/s640/Thalia%2B1.png
https://4.bp.blogspot.com/-svmi3BTxIV0/V9phFK9EfHI/AAAAAAAAKEY/DVq2ktcnog0Qh45-9CAk8qXogJxTTmU-gCLcB/s72-c/Thalia%2B1.png
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2016/09/thalianandya-chairunnisa-gadis-desa-merantau-kuliah-di-jerman-study-in-germany.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2016/09/thalianandya-chairunnisa-gadis-desa-merantau-kuliah-di-jerman-study-in-germany.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy