Artikel Terbaru

MARISSA IRENE ULI: Rasa Keingintahuan yang Tinggi Mendorongnya Untuk Kuliah di Kanada

Muda dan penuh semangat. Begitulah karakter yang melekat pada Marissa Irene Uli. Meskipun sempat merasa kikuk dan canggung karena harus jauh dari keluarga, Marissa berhasil menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya di Kanada. Setelah terdaftar sebagai mahasiswi di University of Toronto, Marissa percaya bahwa ia harus terus berani dan bekerja keras agar bisa melewati semua tantangan selama berkuliah di sana. Inilah dia pengalaman Marissa selama berkuliah di Toronto, Kanada.


Halo sobat berkuliah nama saya Marissa Irene Uli. Saya berasal dari Bandung tapi sudah pindah ke Jakarta lumayan lama. Saya sekarang kuliah di University of Toronto dan mengambil jurusan komunikasi dan geografi program bachelor (S1). Saya mulai kuliah di sini tahun 2015.

Banyak yang tanya kenapa saya malah kuliah ke Kanada? Jawabannya, karena saya sangat suka melihat dan belajar dari kultur lain, terlebih lagi saya juga belum pernah ke Kanada sebelumnya jadi saya sangat tertarik untuk ke sini. Orang tua juga sangat senang saya diterima di Kanada dan ini sesuatu yang saya tidak pernah mimpikan sebelumnya karena di sekolah saya tidak begitu pintar seperti teman-teman saya yang sekarang kuliah di Amerika, Inggris, dan di negara lainnya. Selain itu juga karena saya sangat suka dan tertarik dengan jurusan yang saya ambil di sini.

Di sini saya mengambil dua major yaitu komunikasi dan geografi. Jadi di kampus saya ini saya bisa ambil specialist atau mengambil dua major sama minor. Waktu saya di sekolah saya mempunyai guru yang melihat saya suka mempelajari bagaimana dunia ini dan juga mempelajari penggunaan media dalam sebuah event begitu. Jadilah saya tertarik mengambil jurusan ini. Untuk sekarang sih saya belum tahu ingin mengambil minor apa tetapi saya pasti mengambil major komunikasi dan geografi.


Kelebihan lain kuliah di sini yaitu profesornya baik semua. Mereka enak diajak untuk sharing dan ngobrol. Saya kan baru akan selesai tahun pertama di sini, tetapi karena saya mengambil IB Diploma pass di SMA saya sudah mempunyai credit yang memenuhi geografi tahun pertama jadi sekarang saya di tahun kedua lebih banyak mengambil subject geografi. Saya sering ke office hours dosen dimana mereka memberikan waktu selama dua jam untuk student yang ingin bertanya. Oh iya, saya juga sering bercerita dengan dosen-dosen di sana, saya sih suka sekali cerita tentang Indonesia dan dosen di sini sangat baik juga fleksibel dan mau membantu saya jadi saya merasa nyaman.

Sampai-sampai saya punya dosen favorit, namanya Prof. Nicole yang mengajar Research Methods sama ada juga Prof. Jeffrey yang mengajar population geography. Mereka banyak sekali membantu saya dan memotivasi saya untuk terus bekerja keras dan lebih baik lagi. Tapi selain mereka saya juga menyukai dosen-dosen lainnya karena pada dasarnya mereka sangat baik dan ramah.

Pengalaman Apply

Saya waktu itu apply ke enam universitas. Satu universitas di Amerika, lima universitas di Kanada. Kebetulan saat itu semua proses apply dilakukan secara online. Saya banyak dibantu pihak sekolah untuk apply dan sent application. Di sekolah saya ada counsler yang membantu kita saat apply ke universitas. Sebenarnya saya merasa ragu untuk apply ke UofT karena UofT itu rangkingnya lumayan tinggi. Tapi setelah apply saya akhirnya masuk ke tiga universitas di Kanada dan satu di Amerika. 

Kesan Pertama di Kanada

Uhm, sangat aneh pertama kali. Saya juga merasa sedih karena orang tua saya ada di Indonesia dan terasa sangat jauh. Makanan-makanan di Indonesia juga jauh lebih enak daripada di sini. Tetapi saya tetap senang bisa sampai ke Kanada. Waktu itu juga saya mengikuti kegiatan orientasi dengan tema ‘welcome home’. Di acara tersebut semuanya sangat baik dan membantu jadi saya merasa sangat senang.


Hal yang membuat saya kagum…

Saya kagum dengan bagaimana semua yang ada di sini bisa begitu sangat baik. Saya ingat suatu hari saya sangat lelah jadi saya tidur di sofa di sekolah. Langsung ada seseorang yang bertanya apakah saya baik-baik saja padahal saya tidak kenal dengannya. Mereka benar-benar peduli dan ramah kepada orang lain. Dosen-dosen di sini juga sangat baik, saya sangat kagum. Saya kadang datang ke office hours hanya untuk mengobrol tentang saya yang masih menjadi anak baru di kampus. Pokoknya saya kagum dengan orang-orang di sini yang sangat baik dan ramah.

Dalam bergaul saya sama sekali tidak kesulitan. Saya orangnya sangat suka bertemu dengan orang-orang baru. Saya juga baru saja ikut volunteer sama tedxuoft. Ini semacam konferensi begitu dimana kita bisa ketemu professor atau orang yang sangat terkenal dengan ide-ide mereka. 

Saya setahun di residence council seperti OSIS untuk orang-orang asrama begitu. Saya assistant salah satu vp community and environment. Kita banyak mengadakan event untuk anak-anak yang tinggal di asrama. Kemudian saya ikut tedxuoft dan baru selesai juga main untuk field hockey.

Ketika libur tiba saya biasa jalan-jalan. Toronto itu seperti Jakarta tapi bisa jalan kemana-mana. Di Toronto banyak sekali perpustakaan UofT dimana-mana. Saya suka sekali pergi ke perpustakaan. Selain itu di Toronto juga ada banyak event seperti snowball fight semua UofT campus atau pillow fight.

Saya tinggal di asrama UofT kampus Missisusaga dekat Toronto. Banyak fasilitasnya di sini mulai dari makanan sampai dokter. Harganya memang mahal tapi lebih murah jika dibandingkan asrama di Amerika dan Inggris.

Kangen orang tua pas kuliah di luar negeri itu pasti terjadi, saya dengan orang tua sering Skype atau komunikasi via Whatsapp. Dengan teman-teman juga masih sering berkomunikasi. Kalau lagi kangen banget saya juga biasa mengatasinya dengan cari makanan asia. Di sini ada Asian Town, ada restoran namanya Asian Bowl. Ada banyak makanan Asia yang enak-enak di sana.


Pesan Untuk Pelajar Indonesia yang Ingin Kuliah ke Kanada

Jangan lupa bekerja keras di sekolah dan juga di luar sekolah seperti aktif mengikuti kegiatan. Jangan malas dan tetap semangat dengan banyak mencari informasi. Jangan lupa juga untuk mengikuti apa yang menurut kamu benar. Percayalah bahwa ada tempat untukmu di dunia ini.

Reporter: Adelina Mayang

Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri. Dijamin 100%



Advertisement
Scroll To Top