KISAH NADHIL: Alumni UNHAS Peraih LPDP di Politecnico di Milano, Jurusan Building and Architectural Engineering

Nama saya Ahmad Nadhil Edar , biasanya dipanggil Nadhil. Saya lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Sekarang saya sedang kuliah pada program...

Nama saya Ahmad Nadhil Edar, biasanya dipanggil Nadhil. Saya lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Sekarang saya sedang kuliah pada program studi Building and Architectural Engineering di Politecnico Di Milano, Italia untuk nantinya mendapatkan gelar Master of Science


Sebelumnya waktu masih SMA, saya belum kepikiran untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Namun sejak masa akhir kuliah S1 di Universitas Hasanuddin, saya tidak sengaja melihat di blog-blog senior saya tentang program beasiswa LPDP. Nah, dari situlah saya kemudian tertarik untuk melanjutkan pendidikan untuk jenjang S2 saya. Kemudian saya mendatangi satu per satu dosen-dosen di kampus saya dan meminta saran. 

Seorang dosen yang bernama Prof. Baharuddin berkata, “Coba kamu kuliah di salah satu negara di Eropa, kan kamu juga mau jadi dosen di sini nah sekarang dosen-dosen di sini belum ada tuh lulusan Eropa, coba kamu serap ilmu arsitekturnya di Eropa itu.” 

Mulai dari situ saya browsing negara-negara dan universitas-universitas di Eropa yang memiliki jurusan arsitektur yang ilmunya bisa saya manfaatkan dan aplikasikan setelah lulus nanti. 

Akhirnya, saya menemukan satu-satunya universitas yang memiliki jurusan dimana yang diajarkan bukan sekedar untuk menjadi seorag arsitek, namun juga bagaimana menjadi seorang civil engineer dan sekaligus juga menjadi seorang perancang kota. Universitas itulah yang bernama Politecnico Di Milano yang lokasinya ada di Italia. Setelah itu saya menjadi semakin tertarik dengan jurusan itu karena setelah saya browsing lebih dalam lagi mengenai mengenai jurusan tersebut ternyata ada mata kuliah yang memang dari dulu saya sangat tertarik untuk mempelajarinya yaitu sustainable design architecture. Jadilah saya semakin tertarik untuk mendaftarkan diri di universitas dan jurusan itu. Alhamdulilah sekarang saya bisa kuliah di situ.

Beasiswa

Ya, alhamdulilah saya adalah salah satu awardee LPDP. 

Setiap tahun persyaratan dari beasiswa LPDP itu semakin susah dan ketat. Sekedar informasi, saya apply LPDP sampai 2 kali. Pertama kali apply, saya gagal. Waktu itu saya sangat terpukul karena berpikir sudah mempersiapkan segalanya sebelum wawancara LPDP namun masih gagal juga. Waktu itu serasa jalur yang sudah di depan nampak menuju tanah Italia langsung menghilang seketika saat melihat pengumuman bahwa saya dinyatakan tidak lulus oleh LPDP. Nah, dari situ saya berpikir dan lalu belajar bahwa inilah yang harus saya petik. Saya harus belajar dari kegagalan, belajar sabar dan belajar menjadi seseorang yang tidak mudah menyerah. Orang-orang di sekitar saya, teman-teman saya, dan keluarga saya tetap selalu memotivasi saya waktu itu juga. Alhamdulilah, saya melangkah maju untuk mendaftar LPDP lagi di periode selanjutnya dan akhirnya saya lulus. 


Saya tidak banyak melakukan persiapan bahasa, saya hanya memiliki sertifikat TOEFL saja tapi sudah mendaftar untuk les IELTS-nya sebulan setelah interview LPDP-nya.

Kunci agar lolos seleksi wawancara adalah dengan menjadi diri sendiri saja. Jangan bohong pada pewawancaranya, karena pewawancaranya ada tiga nih. Nah, salah satunya ada seorang psikolog jadi dia akan langsung tahu kalau kita bohong. Terus jangan takut dan panik. Hadapi pewawancaranya dengan santai saja, sering tersenyum ketika menjawab petanyaan-pertanyaan mereka. Saran saya, anggap para pewawancaranya dosen pembimbing yang mana mereka mau membimbingmu dan bukan mau menjatuhkanmu. Nantinya dengan begitu kamu pasti akan merasa santai dalam menjalani wawancara tersebut.

Tentang Dosen

Semua dosennya professor tapi ada beberapa dosen yang saya masih tidak bisa benar-benar mengerti ketika menjelaskan dengan bahasa Inggris. Orang Italia aksennya kalau sedang bicara itu yang membuat saya kesulitan memahami apa yang disampaikan.Selain itu orang-orang Italia lebih bangga menggunakan bahasanya sendiri daripada bahasa Inggris, jadi harus belajar juga bahasa Italia di sana. 

Belajar Bahasa Italia 

Menurut saya malah lebih mudah belajar bahasa Italia daripada belajar bahasa Inggris. Malah saya lebih suka sekarang menggunakan dan mempelajari lebih jauh bahasa Italia dibandingkan bahasa Inggris. Ini dikarenakan aksennya mirip orang Makassar. Selain itu tulisan dan cara bacanya sama, tidak seperti bahasa Inggris. 


Kesan pertama saya ketika menginjakkan kaki pertama kali di Italia adalah, cantik! Kota-kota di sini sangat cantik. Begitu sampai di sana saya Alhamdulilah sudah mendapatkan tempat tinggal jadi cuma mempersiapkan untuk mendapatkan semacam KTP khusus orang non-european lalu membuat kartu mahasiswa dan kartu ATM. Oh iya, waktu itu juga sekaligus melakukan daftar ulang di kampus.

Mencari Tempat Tinggal

Saya dapat tempat tinggal dari grup Facebook antar international student di dekat universitas. Saya dapat apartement dengan tipe sharing yang terdiri dari 5 kamar tidur, 4 kamar mandi, 1 dapur + ruang makan. Nah, kamar kita tentu masing-masing private. Teman-teman samping kamar ada yang orang Italia, orang Bulgaria, orang Kolombia, dan orang Iran. Nah, kita semua sama-sama student di universitas itu namun ada yang sama jurusan dan yang beda jurusan. Mereka semua sudah lebih senior dari saya. Biayanya per bulan adalah 350 Euro dimana untuk pertama kali harus deposit dulu selama 2 bulan (sekitar 700 Euro).

Teman-teman Beda Negara

Faktanya, lumayan banyak juga yang ternyata tidak saya suka. Kami semua jelas berbeda-beda dalam hal kebiasaan dan perilakunya. Apalagi orang Kolombia, Italia, dan Bulgaria yang saya tidak terlalu suka tinggal dengan mereka. Pada dasarnya mereka itu suka party jadi suka membawa teman-teman ke apartemen. Kemudian mereka akan party sambil mabuk-mabukan dan itu tentu sangat ribut.

Pengalaman Unik

Waktu bulan puasa kemarin rasanya tak terlupakan karena waktu berpuasanya adalah selama 18 jam. Jeda antara buka dengan sahur itu hanya 5 jam jadi biasanya satu kali makan sekaligus untuk buka dan sahur. 


Kesan Tentang Kuliah di Italia!

Saya banyak mendapatkan pelajaran baru selama kuliah di Italia yang sebagian besar belum pernah saya dapat waktu belajar di Indonesia. Saya sudah mulai mengerti bagaimana menjadi seorang civil engineer dan bagaimana menjadi seorang urban designer. Selama ini waktu kuliah S1 di Indonesia saya hanya mempelajari tentang mendesain sebuah bangunan saja nah sekarang ilmu yang saya dapat sudah sangat melebar. Jadi jelas saya sangat bersyukur bisa kuliah di Italia.

Reporter: Adelina Mayang
Nama

Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,80,Arab Saudi,13,Asia,236,Australia,75,Austria,12,Beasiswa,292,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,13,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa New Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,35,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,3,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,312,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,441,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,20,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di New Zealand,16,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,2,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,56,Jerman,46,Kanada,26,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,3,Malaysia,26,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,12,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium Internasional PPI Dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,149,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,18,Tips,7,Tips Beasiswa,15,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah ke Luar Negeri,89,Tips Travelling,5,Tips Umum Kuliah di Luar Negeri,104,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,
ltr
item
Berkuliah.com: KISAH NADHIL: Alumni UNHAS Peraih LPDP di Politecnico di Milano, Jurusan Building and Architectural Engineering
KISAH NADHIL: Alumni UNHAS Peraih LPDP di Politecnico di Milano, Jurusan Building and Architectural Engineering
https://1.bp.blogspot.com/-Duj7fkHrXMs/WFDGIIan9-I/AAAAAAAAKcY/8j9iSUFSM2sER2ngmGp69C48R-ifs7QggCLcB/s640/EDHAR%2B1.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Duj7fkHrXMs/WFDGIIan9-I/AAAAAAAAKcY/8j9iSUFSM2sER2ngmGp69C48R-ifs7QggCLcB/s72-c/EDHAR%2B1.jpg
Berkuliah.com
http://www.berkuliah.com/2016/12/kisah-nadhil-alumni-unhas-peraih-lpdp-kuliah-di-italia-jurusan-building-and-architectural-engineering.html
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/
http://www.berkuliah.com/2016/12/kisah-nadhil-alumni-unhas-peraih-lpdp-kuliah-di-italia-jurusan-building-and-architectural-engineering.html
true
6823463133590324440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy